Seluruh koleksi disimpan di ruang khusus di rumahnya untuk menjaga kondisi. "Atribut pertunjukan ini dirawat secara khusus di rumah sebagai bagian dari dokumentasi sejarah klub," ujarnya.

Fahri masih memburu satu jersey yang sulit didapat: edisi perdana Liga Indonesia musim 1994. Jersey itu minim identitas sehingga sulit dibedakan dengan tim lain yang sewarna.

"Yang paling sulit dicari itu jersey tahun 1994, liga pertama.

Tidak ada logo Persib yang jelas, jadi susah membedakannya dengan jersey tim lain yang warnanya sama-sama biru," katanya.

>>> PT Inti Bangun Sejahtera Tbk Resmi Go Private, Harga Tender Rp 5.400 per Saham

Ia menerapkan standar ketat soal orisinalitas dan asal-usul sebelum membeli jersey baru. "Mau harganya mahal tidak masalah, yang penting sejarah dan keasliannya jelas," pungkas Fahri.