>>> Veda Ega Pratama Siap Taklukkan Sirkuit Balaton Park Moto3 Hungaria

Ia enggan membandingkan kualitas individu antara Vinicius dan Mbappe, melainkan menuntut determinasi kolektif.

"Saya tidak membandingkan pemain. Kami butuh semua orang.

Untuk memenangkan pertandingan, Anda membutuhkan komitmen dari seluruh tim," katanya.

Kritik Arbeloa juga mengarah pada intensitas daya jelajah pemain saat bertanding. Ia merasa tidak puas jika tim lawan menunjukkan daya juang dan skema lari yang lebih tinggi.

"Yang membuat saya tidak puas adalah ketika tim lain berlari lebih banyak dari kami, baik saat kami tidak menguasai bola maupun saat menguasainya.

Kami butuh komitmen untuk menekan, bertahan, dan menyerang," tuturnya.

Arbeloa menyampaikan pesan filosofis mengenai esensi nilai dasar yang harus dimiliki setiap penggawa El Real.

Ungkapan ini dinilai sebagai teguran tidak langsung bagi pemain bintang yang kurang bekerja keras.

"Bakat saja tidak cukup. Saya ingin melihat pemain memahami pentingnya komitmen dan benar-benar mewakili nilai Real Madrid," ujarnya.

Ia menutup pernyataan dengan menegaskan bahwa kejayaan Real Madrid tidak dibangun oleh pemain yang enggan bersusah payah.

>>> Marquinhos Ungkap Isi Pesan Gabriel Usai Final Liga Champions 2026

"Kami tidak membangun Real Madrid dengan pemain yang masuk ke lapangan seperti mengenakan tuksedo, tetapi dengan pemain yang menyelesaikan pertandingan dengan seragam penuh keringat, lumpur, kerja keras, pengorbanan, dan ketekunan," cetus Arbeloa.