Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penyambutan berlebihan terhadap jemaah haji yang akan kembali dari Tanah Suci.

Imbauan ini disampaikan menyusul tradisi konvoi kendaraan roda dua dan roda empat yang kerap memadati jalan raya setiap musim pemulangan jemaah haji di wilayah Sumenep.

>>> Kumpulan Soal Cerdas Cermat Pengetahuan Umum untuk SD, SMP, dan SMA

Kepala Kemenhaj Sumenep, Ahmad Halimy, menjelaskan bahwa aktivitas penjemputan massal berpotensi besar mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.

"Konvoi memang sudah menjadi tradisi masyarakat saat menyambut jemaah haji. Tetapi kami berharap tidak dilakukan secara berlebihan," ucap Ahmad Halimy.

Pihak kementerian menyadari budaya ini sulit dihilangkan sepenuhnya.

Oleh karena itu, pembatasan jumlah kendaraan menjadi solusi alternatif terbaik agar dampak buruk di jalan raya dapat ditekan.

"Kami berharap kalau memang tetap dilakukan, minimal bisa dikurangi dan tidak melibatkan terlalu banyak kendaraan," tambah Ahmad Halimy.

>>> TOP 30 Acara TV dan Sinetron dengan Rating Terbaik Hari ini 6 Juni 2026 ada Asmara Gen Z yang Mulai Tergeser

Ahmad Halimy menekankan pentingnya menjaga keselamatan bersama di atas euforia perayaan keagamaan keluarga. "Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama dibandingkan kemeriahan penyambutan," ungkapnya.

Masyarakat juga diminta menaati rambu-rambu lalu lintas serta tidak berkendara secara ugal-ugalan selama proses penjemputan berlangsung.

Koordinasi dengan aparat kepolisian dinilai sangat krusial mengingat rombongan penjemput dari daerah pedesaan biasanya melibatkan volume kendaraan yang sangat besar.

"Kami tentu tidak ingin sampai terjadi kemacetan panjang yang merugikan pengguna jalan lain. Apalagi sampai menimbulkan kecelakaan dan memakan korban jiwa," ujar Ahmad Halimy.

>>> Polisi Australia Sita 100.000 Kecoa Raksasa Ilegal Senilai Rp3,6 Miliar

Jemaah haji asal Kabupaten Sumenep dijadwalkan mulai mendarat di Indonesia melalui Bandara Juanda Surabaya pada 21 Juni 2026 sebelum diberangkatkan menuju kampung halaman masing-masing.