Helmy menambahkan, "Pendapatan yang diperoleh dari perjanjian sewa jangka panjang yang berasal dari penyewaan menara memberikan kepastian yang tinggi akan arus pendapatan berulang dengan jangka waktu perjanjian sewa menara umumnya 10 tahun."

Perusahaan juga menekankan rekam jejak solid dalam pemenuhan kewajiban keuangan. Hingga saat ini, TBIG mengklaim tidak pernah menghadapi gagal bayar atau memerlukan restrukturisasi utang.

Untuk meredam risiko fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, strategi lindung nilai telah diterapkan secara ketat.

Per 31 Desember 2025, perusahaan memegang 79 kontrak lindung nilai dengan nilai nosional US$1,2 miliar.

TBIG sudah akrab dengan pasar surat utang internasional.

Mayoritas global notes yang diterbitkan sebelumnya telah dilunasi, dan kini tersisa satu seri senilai US$400 juta yang jatuh tempo pada Mei 2027.

>>> Al-Qur'an Surat Al Hadid Ayat 18: Janji Pahala Berlipat bagi Ahli Sedekah

Pengalaman panjang di pasar finansial global diyakini menjadi modal kuat. Rekam jejak tersebut diharapkan memperlancar pencatatan di Bursa Efek Singapura dan mempertebal kepercayaan investor.