Sensor ini memantau detak jantung, kadar oksigen darah (SpO2), suhu kulit, kualitas tidur, hingga tingkat stres selama 24 jam.

Navigasi olahraga luar ruangan mengandalkan GPS dual-band yang lebih efisien. Mode GPS Accuracy mampu bertahan hingga 41 jam, meningkat dari 33 jam pada Balance 2.

Jika fitur Always-On Display (AOD) aktif, daya tahan baterai berkurang menjadi sekitar tujuh hari.

>>> Putri Kusuma Wardani Tersingkir di Perempat Final Indonesia Open 2026

Pengguna juga akan menerima notifikasi jika terdeteksi detak jantung tidak normal atau kadar oksigen darah terlalu rendah.

Fitur pendukung lainnya meliputi speaker dan mikrofon untuk panggilan Bluetooth, NFC, serta memori internal 64 GB untuk peta offline dan musik.

Tersedia juga lampu senter bawaan dan navigasi turn-by-turn.

Spesifikasi Amazfit Balance Ultra

Amazfit juga memperkenalkan model lebih premium melalui Balance Ultra. Model ini langsung menggunakan material bodi dari titanium dan dilengkapi lima tombol fisik.

Kapasitas baterai Balance Ultra juga lebih besar, yakni mencapai 780 mAh. Berkat baterai ini, perangkat diklaim kuat bertahan hingga 30 hari dalam penggunaan normal.

Saat GPS Accuracy Mode aktif, baterai Amazfit Balance Ultra dapat bertahan hingga 50 jam. Sebagian besar spesifikasi lainnya serupa dengan varian reguler.

Persamaan tersebut mencakup layar AMOLED 1,5 inci 3.000 nits, GPS dual-band, sensor BioTracker 6.0, serta penyimpanan internal 64 GB.

Pemilihan nama Balance disesuaikan dengan fungsi menjaga keseimbangan aktivitas pengguna.

Smartwatch ini mengintegrasikan fitur pemantauan kebugaran dan pemulihan tubuh untuk latihan kekuatan, ketahanan, pekerjaan, hingga pengelolaan stres. Amazfit juga menjadi mitra resmi kompetisi kebugaran global, Hyrox.

Oleh karena itu, Balance 3 dan Balance Ultra dibekali fitur khusus Hyrox. Fitur tersebut berupa program latihan terstruktur, simulasi lomba, virtual pace, hingga dukungan latihan fungsional.