PT Jetour Sales Indonesia semakin serius menggarap pasar kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.

Pabrikan asal China ini tengah menyiapkan model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) terbaru setelah memperkenalkan Jetour T1 i-DM pada Juni 2026.

>>> Michael Saylor Alami 'Kerusakan Mesin' di Tengah Tekanan Tiga Arah

Langkah ini mencerminkan ambisi perusahaan untuk memperluas jajaran kendaraan energi baru di Indonesia. Strategi tersebut juga bertujuan meramaikan segmen PHEV yang mulai mendapat perhatian konsumen domestik.

Kehadiran dua model ramah lingkungan dalam kurun waktu satu tahun menjadi sinyal kuat bahwa ekspansi bisnis tidak hanya bertumpu pada lini bermesin konvensional.

Pabrikan ingin membangun pijakan kokoh di pasar elektrifikasi nasional.

Sebelumnya, pada ajang Beijing Auto Show 2026, perusahaan global ini memamerkan sejumlah model andalan, termasuk Jetour T2 i-DM dan Jetour G700.

Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, memberikan isyarat bahwa manajemen masih menyimpan strategi rahasia mengenai peluncuran lini kendaraan ramah lingkungan lainnya.

"Ditunggu tanggal mainnya kalau yang itu," ujar Ranggy di Tangerang (3/6/2026).

>>> IHSG Diprediksi Rawan Koreksi Lanjutan Akibat Tekanan Jual Asing

Meskipun detail spesifikasi masih dirahasiakan, dia menegaskan bahwa Jetour T2 i-DM sudah masuk dalam daftar rencana peluncuran resmi untuk pasar domestik tahun ini.

"Yang sudah dipastikan untuk meluncur tahun ini kan selain T1 itu, ada T2 i-DM juga ya. T2 di semester dua," kata dia.

Peluncuran Jetour T2 i-DM pada Semester Kedua

Setelah pengenalan model pertama, fokus pasar kini tertuju pada rencana peluncuran Jetour T2 i-DM. Mobil ini dijadwalkan siap menyapa konsumen Indonesia pada semester kedua tahun 2026.

Kehadiran model ini diproyeksikan memperkuat posisi merek di segmen SUV elektrifikasi nasional. Pasar ini sudah mulai diramaikan oleh berbagai produk dari pabrikan China maupun Jepang.

Mengacu pada spesifikasi teknis global, Jetour T2 i-DM memadukan mesin 1.5L turbo dengan motor listrik ganda.

Sistem ini mampu menghasilkan tenaga kombinasi 375 Tk dan torsi puncak 610 Nm.

>>> Kementerian ESDM Belum Terima Laporan Resmi Penundaan Impor Batu Bara China

Berkat teknologi PHEV, SUV ini diklaim memiliki jarak tempuh total melampaui 1.000 km. Rencana peluncuran ini menegaskan komitmen perusahaan untuk membangun portofolio produk ramah lingkungan yang komprehensif.