Sektor industri pengolahan atau manufaktur menjadi penopang utama kinerja ekspor Indonesia pada periode Januari–April 2026.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Perdagangan, sektor ini tumbuh 9,78 persen secara tahunan.

>>> Timnas Indonesia U-19 Tekuk Timor Leste 3-0 di Piala AFF U-19

Pertumbuhan tersebut berbanding terbalik dengan sektor pertanian yang mengalami kontraksi 26,27 persen dan sektor pertambangan yang turun 8,44 persen.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan sejumlah komoditas unggulan yang mendorong lonjakan di sektor manufaktur.

Lonjakan signifikan terjadi pada pengiriman nikel dan barang daripadanya sebesar 63,99 persen, aluminium 55,30 persen, bahan kimia organik 30,86 persen, tembaga 25,34 persen, serta timah yang meningkat 24,62 persen.

Menurut Budi, pertumbuhan ini didorong tingginya permintaan global dan kenaikan harga di pasar internasional.

Sementara itu, penurunan tajam pada ekspor pertanian dipicu oleh merosotnya pengiriman kakao beserta produk olahannya serta kelompok kopi, teh, dan rempah-rempah.

Kedua kelompok komoditas tersebut mencatat penurunan terdalam di sektor pertanian, masing-masing sebesar 36,33 persen dan 33,48 persen.

>>> Timnas Indonesia Hadapi Oman di SUGBK pada Laga FIFA Matchday

Neraca Perdagangan Masih Surplus

Secara akumulatif, neraca perdagangan Indonesia sepanjang empat bulan pertama 2026 menorehkan surplus total sebesar US$ 5,64 miliar.

Surplus tersebut berasal dari perdagangan nonmigas sebesar US$ 14,16 miliar yang mampu menutup defisit sektor migas sebesar US$ 8,52 miliar.

Meski demikian, capaian surplus ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 11,07 miliar.

Komoditas nonmigas penopang surplus terbesar adalah lemak dan minyak hewani atau nabati senilai US$ 11,71 miliar, bahan bakar mineral US$ 8,34 miliar, serta besi dan baja US$ 5,71 miliar.

Sementara itu, kelompok mesin dan peralatan mekanis menjadi penyumbang defisit terbesar dengan nilai mencapai US$ 9,87 miliar.

>>> PT Mutuagung Lestari Tbk Bagikan Dividen Rp 7,25 Miliar

Dari sisi kawasan tujuan, pengiriman nonmigas ke Mesir membukukan pertumbuhan tertinggi sebesar 42,74 persen, diikuti Spanyol, Afrika Selatan, Hong Kong, dan China.