Proses transisi ke level senior di usia yang sangat belia diakui membawa tantangan tersendiri. Kevin Diks melihat kemiripan situasi tersebut dengan awal perjalanan karier profesionalnya.

"Soal Matthew, saya pikir dia anak muda yang baik dengan banyak potensi. Saya bisa melihat sejak hari pertama apa yang dilihat pelatih padanya," kata Diks.

"Ketika saya menembus sepak bola profesional, saya juga berusia 17 tahun, jadi saya bisa memahami situasinya, dari mana dia berasal."

Untuk mendukung perkembangan Matthew Baker, Kevin Diks memilih pendekatan suportif tanpa memberikan beban ekspektasi berlebihan. Ia menilai proses kematangan pesepak bola membutuhkan waktu yang natural.

>>> AS Hormati Batas Tarif Dagang dengan Uni Eropa dan Jepang

"Saya berbicara dengannya beberapa kali tapi saya tidak ingin memberinya terlalu banyak tekanan. Sejujurnya, dia punya banyak waktu," pungkas Diks.