Selama ini hanya dikenal sebagai nama di nisan, Faye—istri Kratos—kini menjadi karakter utama dalam God of War Laufey.

Game spin-off eksklusif PlayStation 5 ini mengisahkan petualangan Faye di dimensi alam baka yang disebut Everywhen.

>>> Google Luncurkan Perangkat Audio Rumah dengan Kecerdasan Buatan Gemini

Direktur kreatif Santa Monica Studio, Cory Barlog, mengungkapkan bahwa meski Faye telah tiada secara fisik di God of War (2018), pengaruhnya tetap mendominasi narasi.

"Faye hadir di mana-mana, tetapi secara visual tidak terwakili. Dia adalah hantu yang tentakelnya menjalar ke seluruh narasi," kata Barlog dalam wawancara dengan IGN dan VGC.

Menguak Peran Faye dalam God of War Laufey

God of War Laufey bukan sekadar prekuel, melainkan eksplorasi metafisika di alam baka para dewa.

Dalam game ini, Faye—diperankan Deborah Ann Woll—harus melewati konflik lintas budaya setelah terbangun di dimensi lain pasca kematian.

Gaya bertarung Faye mengandalkan kecepatan dan ketangkasan, berbeda dengan Kratos yang mengandalkan kekuatan fisik.

>>> {

Gameplay-nya disebut mirip perpaduan Devil May Cry 5 dengan skala epik God of War, lengkap dengan kombo udara dan pedang sihir.

Faye ditemani dua karakter unik: pita hidup bernama Rue dan kubus agar-agar berbicara bernama Phranque.

Meski jendela rilis 2027 masih bersifat spekulasi, antusiasme penggemar tinggi karena game ini memperluas mitologi Nordik dan Yunani.

Sambil menunggu, penggemar juga bisa menantikan remake trilogi asli serta serial live-action di Prime Video.

>>> Daftar Harga HP iQOO Midrange hingga Flagship Terbaru Juni 2026

God of War Laufey menjanjikan jawaban bagaimana Faye membimbing keluarganya dari balik tabir kematian.