Dalam sejarah Piala Dunia, hanya tiga pemain yang mampu mencetak dua digit gol dalam satu edisi turnamen.

Just Fontaine dari Prancis memuncaki daftar tersebut dengan torehan 13 gol pada Piala Dunia 1958 di Swedia.

>>> Kecelakaan Jorge Martin Warnai Kecepatan Pedro Acosta di Tes Catalunya

Angka itu bertahan lebih dari enam dekade dan menjadi salah satu rekor yang paling sulit ditandingi.

Fontaine mencetak 13 gol hanya dalam enam pertandingan. Rata-rata lebih dari dua gol per laga.

Ketajaman itu dimulai dengan hat-trick ke gawang Paraguay dan diakhiri dengan empat gol ke gawang Jerman Barat pada perebutan tempat ketiga.

Prancis finis di posisi ketiga, tetapi nama Fontaine tetap bersinar.

Eksklusivitas Dua Digit Gol

Selain Fontaine, hanya Sandor Kocsis (11 gol pada 1954) dan Gerd Muller (10 gol pada 1970) yang berhasil menembus angka dua digit.

Ademir dan Eusebio masing-masing mengoleksi 9 gol. Data ini menegaskan betapa langkanya pencapaian tersebut.

Perbandingan dengan pemain modern memperkuat fakta itu. Kylian Mbappe, yang tampil gemilang pada Piala Dunia 2022, hanya mencetak 8 gol.

Jumlah itu sama dengan torehan Ronaldo Nazario saat Brasil juara pada 2002. Padahal, Mbappe bermain hingga final dan mencetak hat-trick di laga puncak.

Mengapa Rekor Fontaine Begitu Sulit Disamai?

Perkembangan taktik pertahanan yang lebih disiplin menjadi salah satu penyebab utama. Tim-tim modern lebih rapat, pressing lebih ketat, dan ruang gerak penyerang semakin sempit.

>>> Satpol PP Mataram Tindak Hotel Promosi Vulgar di Medsos

Faktor fisik juga berperan: jadwal padat dengan intensitas tinggi membuat konsistensi mencetak gol sulit dipertahankan.