Ketentuan ini membuat Persis Solo tidak bisa lagi memakai jasa Milomir Seslija. Selain itu, kuota pemain asing akan berkurang dibandingkan di kasta tertinggi.

Manajemen juga harus meyakinkan pemain kunci untuk bertahan. Beberapa pemain mungkin ingin tetap bermain di Liga 1, sehingga misi promosi kembali menjadi tantangan.

Terkait desakan suporter, Aditya menyatakan sikap terbuka untuk berdialog. Namun ia meminta waktu agar kerangka tim yang disusun benar-benar matang.

Manajemen berjanji akan mempresentasikan kesiapan tim setelah semua rencana struktur jelas. Hal ini agar arah diskusi lebih terstruktur dan memberikan gambaran nyata.

Aditya juga menyampaikan permohonan maaf jika aktivitas manajemen belum banyak dipublikasikan. Ia menegaskan internal klub terus bekerja keras melakukan perbaikan sejak kompetisi usai.

>>> Trionda, Bola Pintar Piala Dunia 2026 yang Siap Ubah Laga

Dengan dukungan masyarakat Solo, manajemen optimis pembenahan ini akan membuahkan hasil positif. Musim depan diharapkan menjadi awal kebangkitan Persis Solo.