Persis Solo mulai bergerak cepat setelah dipastikan terdegradasi ke kasta kedua Liga Indonesia. Manajemen klub berjuluk Laskar Sambernyawa ini menyusun strategi jangka panjang untuk kembali bersaing.

Meski minim publikasi, sejumlah langkah telah dijalankan secara internal. Fokus utama adalah memperkuat fondasi tim melalui pendekatan berbasis data.

>>> Jadwal Program Trans TV Jumat, 5 Juni 2026: Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar Ada Film Bioskop The Lost City of Z dan Great White + Link

Divisi Scouting dan Analis Data

Komisaris PT Persis Solo Saestu, Aditya Rimbo, mengungkapkan pembentukan dua divisi baru. Keduanya adalah divisi pemanduan bakat (scouting) dan divisi analis data.

Divisi scouting bertugas mengumpulkan data pemain secara komprehensif untuk kebutuhan transfer. Sementara divisi analis data melakukan analisis mendalam terkait kebutuhan teknis dan taktis skuad.

Menurut Aditya, kehadiran dua unit ini menjadi landasan pergerakan manajemen dalam aspek taktikal. Pendekatan berbasis data diharapkan membuat pembentukan skuad musim depan lebih efektif.

Tim scouting dan analis juga bertugas membangun profil pemain yang sesuai filosofi Persis Solo. Rekomendasi yang diberikan bersifat objektif berdasarkan performa di lapangan.

Evaluasi Internal dan Regulasi Kasta Kedua

Selain mencari pemain, manajemen melakukan pembenahan di sektor internal. Proses evaluasi menyeluruh terhadap kinerja setiap bagian organisasi sedang berjalan.

Aditya menjelaskan restrukturisasi manajemen berlangsung paralel dengan pembentukan tim teknis. Evaluasi performa menjadi acuan utama dalam menentukan perubahan yang diperlukan.

>>> Apakah Film Monster Pabrik Rambut (2026) Bakal Lanjut Season 2?

Turun ke Championship musim 2026/2027 membawa konsekuensi regulasi. Salah satunya adalah kewajiban menggunakan pelatih kepala lokal dengan lisensi minimal A AFC.