Valve baru saja menyesuaikan harga jual Steam Deck OLED di beberapa pasar Asia. Kenaikan ini menimbulkan kejutan bagi para calon pembeli yang sudah lama menanti perangkat tersebut.

Distributor resmi Valve untuk Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, Komodo Station, mengumumkan perubahan harga secara resmi.

>>> Honor X7E Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7500 mAh dan Android 16 di Kelas Entry Level

Di Jepang, varian 512 GB kini dibanderol sekitar Rp14,3 juta, sedangkan model 1 TB mencapai Rp17,4 juta.

Angka tersebut setara dengan kenaikan 38 hingga 46 persen dibanding harga awal peluncuran.

Sementara itu, di Taiwan konsumen harus merogoh kocek Rp13,2 juta untuk versi 512 GB dan Rp16 juta untuk varian 1 TB.

Dampak paling besar dirasakan oleh pasar Korea Selatan.

Lonjakan harga di sana menembus 51 persen, dengan varian 512 GB seharga Rp15,3 juta dan varian 1 TB seharga Rp18,6 juta.

>>> 3 HP Murah Poco dengan Review Bagus, Ada yang Support NFC

Menurut pernyataan Komodo, faktor logistik dan fluktuasi nilai tukar menjadi pemicu utama. Namun, akar masalah sebenarnya adalah kelangkaan komponen memori global yang mendorong biaya produksi melonjak.

Valve terpaksa membebankan kenaikan biaya tersebut kepada konsumen akhir.

Kondisi serupa juga terjadi di Amerika Serikat, di mana harga varian 512 GB naik menjadi Rp12,8 juta dan varian 1 TB menjadi Rp15,4 juta.

Ketersediaan unit Steam Deck OLED di pasar internasional dilaporkan masih sangat terbatas.

Distributor menyarankan calon pembeli untuk terus memantau media sosial atau mendaftar di situs resmi demi mendapatkan informasi pasokan terbaru.

>>> 24 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 4 Juni 2026, Ada Zinedine Zidane Gratis

Situasi ini mendorong sebagian konsumen mulai melirik perangkat genggam alternatif lain. Beberapa merek besar dikabarkan juga menyesuaikan harga produk gaming mereka akibat ketergantungan pada pasokan komponen global.