Pakar Siber Ungkap Strategi Sindikat Penipuan Internet Lintas Negara
Pakar keamanan siber dari Vaksincom membeberkan modus operandi sindikat penipu internasional yang menggunakan internet untuk menghilangkan jejak dan melintasi batas hukum antarnegara.
Fenomena kejahatan siber lintas batas ini kembali menjadi sorotan setelah mantan artis Fabiola Elizabeth ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dengan korban di Amerika Serikat pada Kamis (4/6/2026).
>>> Google Rilis Fitur Fake Call Detection untuk Tangkal Penipuan AI
Internet sebagai Alat Penghilang Batas
Menurut pakar keamanan siber Vaksincom, Alfons Tanujaya, karakteristik utama kejahatan berbasis internet adalah kemampuannya menghilangkan sekat geografis dan sifat anonim yang melekat.
"Internet menghilangkan sekat geografis dan pada dasarnya internet itu sebenarnya bersifat anonim atau sulit diidentifikasi," ujar Alfons kepada detikINET.
Kondisi ini membuat proses identifikasi pelaku menjadi sangat menantang bagi aparat penegak hukum.
Strategi Penempatan Operasi
Para pelaku kejahatan siber yang terorganisir sengaja memilih lokasi operasi di luar yurisdiksi negara target korban.
"Memang itu pola dan strateginya supaya lebih sulit dideteksi.
Penegak hukum atau masyarakat di sekitar penipu akan lebih sulit mengidentifikasi atau secara hukum juga konsekuensinya lebih rendah," jelas Alfons.
>>> ASUS dan ROG Luncurkan Monitor Premium Terbaru di Computex 2026
Strategi penyebaran wilayah operasi ini dirancang sistematis untuk mempersulit deteksi penegak hukum setempat.
Faktor Bahasa sebagai Modal Utama
Bahasa menjadi modal penting dalam melancarkan aksi penipuan. Pengelola sindikat kerap merekrut warga negara yang sama dengan target korban.
Contoh nyata adalah perekrutan warga Indonesia di Kamboja untuk menipu sesama warga Indonesia.
"Atau sebaliknya rekrut orang Vietnam atau China dan pekerjakan di Indonesia di kasus Hayam Wuruk untuk menipu orang China atau Vietnam," kata Alfons.
Tantangan Yurisdiksi Lintas Negara
Yurisdiksi lintas negara menimbulkan tantangan birokrasi yang lebih panjang bagi aparat penegak hukum. Meski demikian, penanganan kasus tetap bisa berjalan melalui jaringan komunikasi internasional.
>>> Google Luncurkan Gemini Go untuk Ponsel Android Spesifikasi Rendah
"Jadi kalau yang keluar negeri, ya harus bekerjasama dengan lembaga terkait di luar negeri khususnya interpol atau badan terkait seperti imigrasi dan kementerian luar negeri," pungkas Alfons.
Update Terbaru
Game Boy Pocket Berusia 30 Tahun, Warisannya Masih Terasa di Genggaman Modern
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Ratusan Pemain Old School RuneScape Jadi Biksu dan Picu Perang Suci
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Mushoku Tensei III Episode 1-4: Kisah Eris dan Kebahagiaan Rudeus
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Manga Heisei Haizan-hei ☆ Sumire-chan Hiatus karena Cuti Melahirkan
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Wamen Irene Dorong Tenun Sumba Barat Daya Naik Kelas Lewat Storytelling
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
PTPN I Fokus pada Lima Pilar untuk Transformasi Agroindustri
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Google Perkenalkan Koleksi untuk Atasi Notebook Gemini yang Berantakan
Rabu / 22-07-2026, 03:22 WIB
Moto G Play (2024) Kini Hanya $100, Ponsel Budget Terbaik
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Nashville Gelar Konferensi Keamanan Kota untuk Pemimpin Penegak Hukum
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Indonesia Terbitkan Panda Bonds Senilai 1 Miliar Dolar AS
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Mertua Joseph Duggar Akan Diperiksa dalam Kasus Pelecehan Anak
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Melania Trump Minta Sanksi untuk Jurnalis Michael Wolff
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Carole Radziwill Bantah Terlibat Kasus Epstein di RHONY
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Putra Claude Lemieux Ungkap Legenda NHL Kambuh Kecanduan Seks
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB







