Pasar modal Indonesia mengalami tekanan hebat pada perdagangan tengah pekan ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat merosot tajam hingga nyaris menyentuh angka 5 persen pada sesi pertama perdagangan Rabu (3/6).

>>> Kohei Ikeda Resmi Tinggalkan Bandai Namco, Masa Depan Tekken 8 Jadi Sorotan di 2026

Berdasarkan data dari RTI Infokom, indeks domestik ini anjlok sebesar 4,94 persen atau setara 305,9 poin.

Kondisi tersebut membuat IHSG terlempar ke posisi 5.889 tepat pada pukul 12.00 WIB.

Padahal, IHSG sempat menunjukkan performa positif saat bel pembukaan dimulai.

Indeks sempat menguat ke level 6.207 dan meraih posisi tertingginya di angka 6.213 sebelum akhirnya berbalik arah.

Tekanan jual yang masif terus menekan indeks hingga mencapai titik terendahnya di level 5.876. Hingga jeda siang, mayoritas saham di bursa terpantau didominasi oleh warna merah.

Performa Saham dan Aktivitas Pasar

Sebanyak 714 saham mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Sementara itu, hanya 35 saham yang berhasil bertahan di zona hijau, dan 64 saham lainnya bergerak stagnan.

Sepanjang sesi pertama, aktivitas pasar tergolong sangat padat.

Total nilai transaksi mencapai Rp14,89 triliun, dengan volume saham yang berpindah tangan sebanyak 26,37 miliar lembar saham.

>>> 8 Hard Support Terbaik di ESL One Birmingham 2026, Whitemon Jadi Pilihan Utama!

Intensitas perdagangan juga terlihat dari frekuensi transaksi yang menembus angka 1,798 juta kali. Pelemahan ini disinyalir berkaitan erat dengan kondisi makroekonomi yang sedang tidak stabil.

Penyebab Anjloknya IHSG

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangannya terkait jatuhnya indeks. Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang menekan kepercayaan investor.