Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada penutupan perdagangan Rabu, 3 Juni 2026.

Berdasarkan data IDX Mobile, indeks anjlok 254,36 poin atau 4,11 persen ke level 5.941,07.

>>> Beban CKPN Susut, Kualitas Kredit Perbankan 2026 Pulih dan Kian Aman

Pelemahan juga melanda saham-saham unggulan yang rata-rata turun di atas tiga persen. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor.

Tanggapan Menteri Keuangan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons menenangkan. Ia menilai penurunan IHSG lebih disebabkan faktor psikologis pasar, bukan fundamental ekonomi yang rapuh.

Purbaya menekankan bahwa fundamental ekonomi nasional masih sangat kuat. Penerimaan pajak Mei 2026 menunjukkan performa positif dan daya beli masyarakat tetap solid.

"Jangan takut, fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja.

Fondasi ekonomi bagus, enggak ada masalah," ujar Purbaya di Gedung DPR RI, Senayan.

>>> Usai 18 Tahun Vakum, Dee Lestari Rilis Album Baru untuk Sembuhkan Luka

Ia meminta pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi yang terjadi. Purbaya yakin IHSG akan segera pulih dalam waktu dekat.

Indikator Kekuatan Ekonomi

Purbaya mengungkapkan bahwa konsumsi domestik masih menjadi motor penggerak utama. Aktivitas pariwisata dan hiburan tetap ramai, hotel dan tempat rekreasi dipadati pengunjung.

Ia juga menyoroti kondisi Jakarta yang tetap sibuk meski liburan. Hal ini menjadi bukti permintaan domestik masih besar dan menjadi benteng pertumbuhan ekonomi.

Purbaya menegaskan bahwa tekanan jual saat ini bersifat sementara. Kekuatan fundamental akan menjadi magnet bagi investor untuk kembali masuk ke pasar saham.

>>> Sejarah Piala Dunia 1962: Dominasi Brasil dan Fakta Mengejutkan di Cili

"Jangan takut, fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja," tegasnya.