Dee Lestari resmi merilis album baru berjudul (Jangan) Jatuh Cinta, menandai kembalinya ia ke industri musik setelah 18 tahun vakum.

Album ini terdiri dari delapan lagu dan menjadi rilisan pertamanya sejak Rectoverso pada 2008.

>>> Sejarah Piala Dunia 1962: Dominasi Brasil dan Fakta Mengejutkan di Cili

Keputusan untuk kembali bermusik muncul setelah serangkaian peristiwa duka yang dialami Dee. Pada 2022, suaminya Reza Gunawan meninggal dunia, disusul kepergian ayahnya setahun kemudian.

“Empat tahun terakhir saya kehilangan dua pria utama di hidup,” ungkap Dee dalam konferensi pers di Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2026).

“Hati saya kok ada yang mati ya?” sambungnya.

Meski tetap menjalani berbagai aktivitas, Dee merasa hampa. “Saya bisa fungsional tetapi seperti tidak ada api di hati saya,” jelas pelantun Malaikat Juga Tahu itu.

Proses Penyembuhan Lewat Bernyanyi

Inspirasi untuk kembali bernyanyi datang saat Dee melihat temannya berkaraoke. “Saya lihat teman saya karaoke, saya berpikir, 'Kok asyik banget nih karaoke.

I wish saya diajakin,' tapi saat itu nggak diajakin,” kenangnya.

Dee kemudian membuat fasilitas karaoke di rumah.

>>> MU Disarankan Rekrut Pemain Spek Kylian Mbappe, Alasannya Mengejutkan!

“Saya bikin set up di rumah, pakai laptop, bluetooth speaker, nyetel YouTube, pasang mic, nyanyi di depan sofa kosong,” ujarnya.

Aktivitas menyanyi sendirian itu menjadi terapi efektif.

“Saya nyanyi lagu yang saya suka, dan tiba-tiba merasakan ada api yang menyala kembali di hati saya,” ungkap Dee.

“Kesimpulan saya, ternyata menyanyi menyembuhkan saya,” tambahnya. Dari momen itu, Dee sadar musik memiliki kekuatan besar menyembuhkan luka batin.

Album (Jangan) Jatuh Cinta berisi delapan lagu, termasuk kolaborasi dengan Afgan dan musisi lainnya. Daftar lagunya meliputi (Jangan) Jatuh Cinta, Patah Hati, Kabarku, Hujan Bulan Juni (ft.

Gardika Gigih), Jadi Udara, Perahu Kertas, Cuma Satu Nama (ft. Afgan), dan Bintang Utara.

>>> 11 Wakil Indonesia Lolos ke Babak 16 Besar Indonesia Open 2026

“Menyanyi menyeimbangkan saya, menyalakan kembali api di hati,” tutup Dee Lestari.