"Datang ke sini bersama banyak pemain muda adalah hal yang sangat positif bagi masa depan Italia. Tentu saja, di sini juga ada Gigio Donnarumma.

Dia adalah idola bagi kami semua, dan kami menjadikannya contoh untuk diikuti," kata Inacio.

Bakat sepak bola Inacio mengalir dari ayahnya, Pia, mantan penyerang asal Brasil yang pernah berkarier di Serie A bersama Atalanta, Napoli, dan Torino.

"Saya tumbuh besar dengan menonton ayah bermain, dan sejak saat itu saya langsung jatuh cinta pada sepakbola.

Nasihat terbaik yang pernah dia berikan kepada saya adalah jangan pernah cepat puas," tutur Inacio.

Pemain kelahiran 2007 tersebut selalu mengingat pesan sang ayah untuk tetap rendah hati dan memulai segalanya dari awal meskipun situasi sedang berjalan baik.

"Bahkan ketika segalanya berjalan dengan sangat baik, saya harus selalu berpikir bahwa saya harus memulainya lagi dari nol.

Dan yang terpenting, sebelum menjadi seorang pesepakbola, saya harus menjadi orang yang baik terlebih dahulu," sambung Inacio.

Sebelum pindah ke Jerman pada 2024, Inacio menimba ilmu di akademi muda Atalanta dan kini berhasil mencetak gol perdana di kompetisi kasta tertinggi Bundesliga.

"Saya ingin mencoba tantangan baru. Proyek yang ditawarkan Dortmund langsung membuat saya terpikat, terlebih setelah mengetahui sejarah besar klub ini.

>>> Napoli Resmi Permanenkan Rasmus Hojlund dari Manchester United

Sekarang saya tahu bahwa saya telah mengambil keputusan yang tepat. Langkah ini benar-benar membuahkan hasil," tegas Inacio.

Kendala terbesar yang dihadapi Inacio di Jerman adalah masalah bahasa, namun proses adaptasinya terbantu oleh kehadiran dua rekan senegaranya, Luca Reggiani dan Filippo Mane.