Pertandingan sempat berjalan alot dan mengejutkan publik ketika Cekoslowakia berhasil unggul lebih dulu lewat gol Josef Masopust di menit ke-15.

Namun, mental juara Brasil langsung bereaksi cepat dengan gol balasan dari Amarildo hanya dua menit berselang.

Detail informasi mengenai jalannya pertandingan final Piala Dunia 1962:

  • Stadion Penyelenggara: Estadio Nacional, Santiago
  • Skor Akhir Laga: Brasil 3 - 1 Cekoslowakia
  • Pencetak Gol Brasil: Amarildo (17'), Zito (69'), Vava (78')

Data di atas menunjukkan bagaimana Brasil mampu membalikkan keadaan secara dramatis di babak kedua melalui gol Zito dan Vava.

Hasil ini membawa Brasil menjadi negara kedua setelah Italia yang mampu memenangkan trofi Piala Dunia dua kali secara beruntun.

Kisah Ikonik dan Kontroversi Sepanjang Turnamen

Piala Dunia 1962 tidak hanya soal skor akhir, tetapi juga tentang berbagai peristiwa dramatis yang terjadi di dalam dan luar lapangan.

Salah satu momen paling mengharukan sekaligus krusial adalah saat bintang utama Brasil, Pele, mengalami cedera serius.

Pele menderita cedera otot paha pada laga kedua fase grup saat melawan Cekoslowakia, yang membuatnya harus menepi hingga turnamen berakhir.

Kehilangan Pele justru memunculkan pahlawan baru bagi Brasil, yakni Garrincha, yang tampil sangat fenomenal sepanjang sisa kompetisi.

Poin-poin penting mengenai peristiwa bersejarah dan aturan baru dalam turnamen ini:

  • Munculnya Garrincha: Setelah Pele absen, Garrincha mengambil tanggung jawab besar sebagai pemimpin tim dan akhirnya dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.
  • Battle of Santiago: Julukan untuk laga brutal antara tuan rumah Cili dan Italia yang melibatkan kekerasan fisik ekstrem hingga polisi harus masuk ke lapangan sebanyak tiga kali.
  • Sistem Selisih Gol: Edisi 1962 menjadi kali pertama diterapkannya sistem goal average (rata-rata gol) untuk menentukan posisi klasemen grup yang memiliki poin sama.
  • Penghapusan Play-off: Sistem baru ini menggantikan mekanisme pertandingan ulang atau play-off yang biasanya digunakan pada edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya.

Peristiwa "Battle of Santiago" hingga kini masih dianggap sebagai salah satu catatan kelam dalam sejarah sepak bola karena banyaknya pelanggaran keras yang dibiarkan.

Namun, keberhasilan Brasil melewati rintangan tersebut membuktikan kematangan taktik dan mentalitas para pemainnya.

Kemenangan gemilang Brasil di tanah Cili ini semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai kekuatan sepak bola yang tak tertandingi di era 60-an.

Mereka membuktikan kepada dunia bahwa kolektivitas tim tetap bisa menghasilkan prestasi tertinggi meski tanpa kehadiran sosok "Sang Raja" Pele di lapangan hijau.

>>> MU Disarankan Rekrut Pemain Spek Kylian Mbappe, Alasannya Mengejutkan!

>>> 11 Wakil Indonesia Lolos ke Babak 16 Besar Indonesia Open 2026

>>> Persib Bandung Hattrick Juara, Bonus Rp1 Miliar dari KDM Resmi Cair