Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka secara mengejutkan tersingkir dari turnamen Grand Slam Prancis Terbuka 2026.

Ia mengalami kekalahan dramatis dari Diana Shnaider di Lapangan Philippe Chatrier pada Rabu (3/6) siang waktu setempat.

>>> Real Madrid Segera Resmikan Transfer Denzel Dumfries dari Inter Milan

Sabalenka awalnya memimpin pertandingan dengan skor 6-3 dan 4-1 pada set kedua.

Namun, petenis Belarusia itu mendadak goyah hingga kehilangan 10 gim berturut-turut dan menutup laga dengan kekalahan 6-3, 5-7, 0-6.

Komentar Chris Evert

Legenda tenis Amerika Serikat, Chris Evert, menyatakan keterkejutannya saat memandu jalannya pertandingan melalui siaran langsung TNT Sports.

Ia melihat penurunan performa Sabalenka yang sangat mendadak di turnamen yang diimpikannya sepanjang tahun.

"I have never seen her be up a set and 4-1, playing pretty well and all of a sudden her game goes to demise.

This was her dream tournament; she has dreamt about this all year. All of a sudden she lost her feel.

It is quite unbelievable," kata Evert.

Evert menilai Sabalenka mulai menunjukkan rasa frustrasi kepada timnya sejak pertengahan set kedua.

Ia belum belajar beradaptasi dengan kondisi angin kencang di Paris yang menuntut pergerakan kaki lebih cepat.

Evert juga menduga runtuhnya mental sang petenis dipengaruhi oleh gugurnya lima unggulan teratas lain. "What about this?

Five of the top seeds had lost. Maybe that was in the back of her mind, 'I have to win this now'.

There could be a million reasons why it wasn't her week," ujarnya.

Kondisi angin kencang di Roland Garros dinilai kembali melumpuhkan gaya permainan agresif Sabalenka.