Legenda sepak bola Inggris, Kevin Keegan, kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka mengaku tidak menyukai mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson.

Pernyataan itu disampaikan Keegan saat tampil di King's Lynn Corn Exchange Theatre. Ia terlihat bugar dan penuh energi, lima bulan setelah didiagnosis kanker stadium empat.

>>> Wayne Rooney Akui Sempat Ragukan Bruno Fernandes di Manchester United

Dalam acara tersebut, Keegan juga berbagi kisah humor tentang kondisinya. Ia mengatakan dokter menyebut tingkat keberhasilan pengobatannya sekitar tiga dari sepuluh.

"Saya bilang kepadanya, kalau dia seorang striker dan hanya mencetak gol tiga kali dari sepuluh peluang, saya pasti akan mencoretnya dari tim.

Tapi sejauh ini, apa pun yang dia lakukan kepada saya, ternyata berhasil," ujar Keegan.

Pertemuan itu juga membahas momen paling terkenal dalam karier kepelatihannya, yaitu persaingan sengit memperebutkan gelar Premier League musim 1995/96 melawan Manchester United.

Saat itu, Keegan sempat meluapkan emosi dalam wawancara televisi.

Ketika ditanya apakah ia menyesali ucapan emosionalnya kepada Ferguson di siaran langsung Sky Sports, Keegan memberikan respons jujur.

>>> Andoni Iraola Sepakati Kontrak Dua Tahun Latih Liverpool

Ia mengaku tidak mengenali dirinya sendiri saat menyaksikan kembali rekaman tersebut. "Saya berkata: siapa orang itu?

Saya benar-benar tidak merasa itu saya. Bahkan suaranya pun tidak terdengar seperti saya," tutur Keegan.

Pada musim itu, Newcastle United sempat memimpin klasemen dengan keunggulan 12 poin sebelum akhirnya dikejar Manchester United. Tekanan psikologis dari Ferguson dianggap berhasil meruntuhkan ketenangan Keegan.

Penegasan Sikap terhadap Ferguson

Persaingan ketat pada pertengahan 1990-an tampaknya belum sepenuhnya hilang. Permainan pikiran Ferguson dan tekanan mental selama perburuan gelar juara masih membekas di hati Keegan.

Kini, di usia 75 tahun dan tengah berjuang melawan kanker, Keegan memilih berbicara apa adanya. "Saya tidak menyukai Alex Ferguson.

Meski tentu saja saya sangat menghormati semua pencapaiannya sebagai seorang manajer," tuturnya.

>>> Michael Carrick Coret Andre Onana dari Rencana Skuad Manchester United

Ia mengakui kesuksesan Ferguson sebagai salah satu pelatih terhebat dalam sejarah. Namun, rasa hormat terhadap prestasi seseorang tidak berarti harus menyukai pribadi tersebut.