Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Bursa Efek Indonesia mencatat penurunan signifikan yang membuat indeks terlempar jauh dari level psikologisnya.

Pada jeda sesi pertama, IHSG terpantau anjlok hingga nyaris menyentuh 5 persen. Kondisi ini membuat para pelaku pasar bereaksi cepat melihat dominasi warna merah di papan bursa.

>>> BPNT 2026 Tahap 2 Cair: Cek Syarat dan Jadwal di cekbansos.kemensos.go.id

Kondisi Pasar Terkini

Berdasarkan data RTI Business, IHSG merosot tajam sebesar 4,94 persen pada penutupan sesi siang. Angka tersebut setara dengan penurunan 305,943 poin dibandingkan hari sebelumnya.

Saat ini, indeks berada di posisi 5.889,483. Sebelumnya, indeks sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal pembukaan, namun sentimen negatif lebih mendominasi.

Berikut rangkuman data perdagangan IHSG pada jeda siang ini:

  • Posisi Terakhir: 5.889,483
  • Persentase Penurunan: 4,94%
  • Titik Tertinggi: 6.213,801
  • Titik Terendah: 5.876,316
  • Nilai Transaksi: Rp14,891 Triliun
  • Kapitalisasi Pasar: Rp10.357,197 Triliun

Penurunan drastis ini mencerminkan tekanan jual yang sangat besar di seluruh sektor saham.

Kronologi Pergerakan Indeks

Pada awal perdagangan pagi, IHSG sempat dibuka di zona hijau pada level 6.207,102.

Bahkan, indeks sempat merangkak naik hingga mencapai posisi tertinggi di angka 6.213,801.

Tren penguatan tersebut tidak bertahan lama karena tekanan pasar mulai terasa segera setelah pembukaan.

Indeks perlahan terseret ke zona merah dan terus merosot tanpa perlawanan berarti dari aksi beli.

Menjelang penutupan sesi pertama pukul 12.00 WIB, IHSG sempat menyentuh titik terendah di level 5.876,316.

>>> Jadwal dan Harga Tiket KA Argo Wilis Surabaya-Bandung Liburan Sekolah 2026

Hal ini menunjukkan agresivitas aksi jual di lantai bursa.

Aktivitas Transaksi dan Jumlah Saham