Selandia Baru akhirnya kembali merasakan atmosfer Piala Dunia setelah menanti selama 16 tahun.

Tim nasional berjuluk All Whites ini telah memastikan satu tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.

Keberhasilan ini menjadi penampilan ketiga mereka sepanjang sejarah federasi. Meski berstatus tim dengan peringkat FIFA terendah di antara kontestan, yakni posisi 85, mereka tetap percaya diri.

All Whites terbang ke Amerika Utara tanpa beban berat dari para pendukungnya. Bagi publik sepak bola Selandia Baru, lolos ke putaran final saja sudah dianggap pencapaian membanggakan.

Target Kemenangan Perdana

Ambisi skuad All Whites tidak berhenti sampai di situ. Target besar yang kini diusung adalah meraih kemenangan perdana sepanjang sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia.

Berdasarkan hasil undian, Selandia Baru berada di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Iran. Di atas kertas, mereka tidak diunggulkan untuk melaju mulus ke babak berikutnya.

Status sebagai underdog justru bisa menjadi senjata rahasia. Kurangnya tekanan dari luar diprediksi membuat mereka bermain lebih lepas dan berpotensi memberikan kejutan.

Peran Darren Bazeley dan Andalan Lini Depan

Keberhasilan menembus kualifikasi tidak lepas dari tangan dingin pelatih Darren Bazeley. Pelatih asal Inggris ini memiliki pengalaman panjang membangun fondasi sepak bola di negara kepulauan tersebut.

Bazeley sebelumnya menangani berbagai kelompok umur tim nasional sebelum naik ke tim senior. Di bawah kepemimpinannya, Selandia Baru tampil dominan di zona Oseania dengan rekor nyaris sempurna.

Harapan publik untuk urusan mencetak gol bertumpu pada penyerang senior Chris Wood. Pemain Nottingham Forest ini merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi negaranya.

Wood adalah salah satu pesepak bola terbaik yang lahir di Selandia Baru berkat pengalamannya di liga top Eropa.