Percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) membuat banyak perusahaan di Indonesia menghadapi tantangan baru dalam transformasi digital.

Di satu sisi, AI membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing bisnis.

>>> Microsoft Luncurkan Project Solara untuk Perangkat Berbasis Agen AI

Namun, perusahaan juga perlu memastikan kesiapan arsitektur teknologi, tata kelola, serta modernisasi sistem legacy.

Sistem legacy adalah sistem teknologi lama yang masih digunakan dan kerap menjadi tulang punggung operasional.

Sistem tersebut tidak selalu mudah diintegrasikan dengan teknologi baru, termasuk AI. Hal ini mendorong Thoughtworks dan Nusantara Beta Studio (NBS) menjalin kemitraan strategis.

Thoughtworks adalah perusahaan konsultan teknologi global yang fokus pada strategi, desain, dan rekayasa perangkat lunak.

NBS merupakan perusahaan solusi digital asal Indonesia yang memahami lanskap teknologi dan regulasi lokal.

Kemitraan ini akan berfokus pada modernisasi sistem perusahaan, pengembangan arsitektur siap AI, serta perubahan digital berkelanjutan.

Managing Director Thoughtworks Jakob Webster mengatakan, banyak pemimpin inovasi ingin memodernisasi sistem dengan teknologi terbaru.

Namun, upaya tersebut belum selalu dibarengi perencanaan strategis yang matang. Sistem legacy dan regulasi perusahaan kerap dipandang sebagai hambatan dalam transformasi skala besar.

“Kami ingin mengubah perspektif tersebut.

Tata kelola dan infrastruktur sistem legacy justru harus ditransformasikan menjadi mesin penggerak strategis,” ujar Jakob dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2026).

Ia menambahkan, modernisasi tidak selalu berarti perombakan total. Perusahaan perlu memahami bagian mana yang perlu diperbarui, disesuaikan, atau diintegrasikan.

>>> AMD Rilis Ulang Komponen Lawas, Perpanjang Dukungan Soket AM5 hingga 2029

CEO sekaligus Founder NBS Taufan Arfianto mengatakan, perusahaan perlu menyeimbangkan inovasi dengan tata kelola yang matang.