Dengan nada emosional, ia mengaku merasa malu atas kejadian tersebut. Bahkan, ia sempat bersujud sebagai bentuk penyesalan dan permohonan maaf kepada institusi pendidikan serta mahasiswa yang hadir.

Ayah ARM juga mengungkapkan bahwa selama ini dirinya berusaha membimbing anaknya dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada kampus terkait sanksi yang akan dijatuhkan.

Menurutnya, apabila pihak kampus memutuskan mengeluarkan ARM dari PNJ, keluarga siap menerima keputusan tersebut dan akan kembali membimbing yang bersangkutan di rumah.

PNJ Pertimbangkan Sanksi

Pihak PNJ menegaskan tidak mentoleransi tindakan asusila yang dilakukan di lingkungan kampus. Meski demikian, proses penanganan tetap dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Humas PNJ Soraya Aldina menyatakan kampus masih melakukan pendalaman sebelum menentukan keputusan akhir terhadap mahasiswa yang terlibat.

Ia menjelaskan bahwa berbagai ketentuan internal akan menjadi dasar penilaian. Salah satu opsi sanksi yang dapat dijatuhkan adalah pemberhentian sebagai mahasiswa, namun keputusan tersebut masih menunggu hasil kajian lebih lanjut.

PNJ juga menegaskan bahwa proses penanganan kasus tetap memperhatikan hak-hak pribadi pihak yang terlibat meski kejadian tersebut telah menjadi perhatian publik.