Hubungan Terbalik antara Suhu dan Kecepatan Angin

Pada awal penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Astronomy, tim peneliti sebenarnya tidak berfokus pada medan magnet.

Tujuan awal mereka hanya untuk mengetahui apakah angin di semua planet panas berperilaku sama.

Namun, mereka menemukan bahwa kecepatan angin bervariasi tergantung pada suhu planet. Semakin dingin planet tersebut, anginnya justru berembus semakin cepat dan dahsyat.

"Ini sama sekali berlawanan dengan intuisi karena, dengan kondisi yang sama, planet yang panas memiliki lebih banyak energi untuk mempercepat angin!"

kata anggota tim Vivien Parmentier. "Sesuatu harus terjadi yang memperlambat kecepatan angin pada objek yang lebih panas."

Parmentier dan rekan-rekannya menyimpulkan bahwa hubungan terbalik ini merupakan hasil dari medan magnet global di planet-planet tersebut. Medan magnet ini bekerja bagaikan rem yang memperlambat partikel bermuatan.

Artinya, kecepatan angin dapat digunakan untuk menyimpulkan kekuatan medan magnet eksoplanet tersebut.

Aurora Raksasa di Planet Dua Sisi

Tim menemukan ketujuh eksoplanet tersebut memiliki medan magnet sekitar empat kali lebih kuat dari Saturnus, dan sekitar setengah dari kekuatan medan magnet Jupiter.

Dengan kekuatan tersebut, planet-planet ini diperkirakan memiliki fenomena aurora yang luar biasa megah.

"Di Bumi, kita tahu keindahan aurora utara dan selatan, di mana partikel dari matahari menabrak medan magnet kita dan diarahkan menuju kutub," kata anggota tim Bibiana Prinoth dari European Southern Observatory (ESO) di Garching, Jerman.

>>> Selular Media Network Gelar Selular Award 2026 pada 8 Juni

"Saya suka membayangkan bahwa beberapa dari dunia ini memiliki langit yang tidak hanya dipenuhi bintang-bintang, tetapi juga dengan tirai cahaya warna-warni berukuran luas yang menari di atas planet yang setengahnya berada dalam siang abadi dan setengahnya lagi dalam malam tanpa akhir," pungkasnya.