>>> Kisah Eks Rider MotoGP Miguel Oliveira Nikahi Adik Sambungnya

Honda mengatasi hal tersebut dengan memasang aktuator getaran di berbagai titik strategis pada bodi motor.

Aktuator ini menciptakan vibrasi buatan yang bisa dirasakan pada setang hingga tuas kopling. Getaran menyesuaikan dengan kondisi motor, baik saat langsam maupun berakselerasi.

Dengan teknologi ini, motor listrik masa depan Honda diharapkan tidak terasa dingin dan terlalu halus. Pengguna tetap merasakan koneksi fisik melalui stimulasi sensorik khas motor bensin.

Penerapan pada Motor Off-Road

Teknologi simulasi ini kabarnya disiapkan khusus untuk lini motor off-road listrik Honda. Salah satu proyek yang diprediksi menggunakannya adalah CR Electric Proto yang sempat dipamerkan.

Honda memandang kontrol manual masih krusial dalam aktivitas berkendara ekstrem seperti motocross atau enduro. Pada medan sulit, pengendara membutuhkan kontrol tenaga presisi yang biasanya didapat dari kopling manual.

Sebelumnya, Honda sudah memiliki inovasi transmisi melalui Honda E-Clutch. Teknologi itu memungkinkan perpindahan gigi tanpa menarik tuas kopling pada motor bensin.

Namun, paten terbaru ini memiliki filosofi berbeda karena lebih menekankan aspek emosional. Honda ingin memastikan beralih ke kendaraan listrik tidak berarti kehilangan kesenangan berkendara.

>>> Eks Pelatih Arema Puji Transformasi Arkhan Kaka di Piala AFF U-19 2026: Makin Matang dan Tenang

Inovasi ini mempertegas posisi Honda sebagai pabrikan yang menghargai warisan otomotif di tengah elektrifikasi. Melalui simulasi canggih, mereka menjembatani kesenjangan antara teknologi masa depan dan kepuasan berkendara tradisional.