Khutbah Jumat 5 Juni 2026 Bahas Keutamaan Adab kepada Orang Tua di Atas Ilmu

Berbakti kepada orang tua menempati posisi yang sangat tinggi dalam ajaran Islam. Bahkan, kemuliaan ilmu yang dimiliki seseorang tidak akan bernilai sempurna apabila tidak dibarengi dengan penghormatan dan kepatuhan kepada ayah maupun ibu.

Pesan tersebut menjadi pokok pembahasan dalam khutbah Jumat bertema Adab kepada Orang Tua Lebih Utama dari Ilmu yang disampaikan KH Mustaqim Askan.

Khutbah diawali dengan pengingat tentang firman Allah SWT yang memerintahkan manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya dan berbuat baik kepada kedua orang tua. Dalam ayat tersebut, umat Islam juga diingatkan agar tidak berkata kasar, termasuk mengucapkan kata yang menyakiti hati orang tua.

Adab Didahulukan Sebelum Ilmu

Dalam khutbahnya disampaikan sebuah maqalah yang telah dikenal luas di kalangan ulama, yakni al-adabu muqaddamun ‘ala al-‘ilm yang berarti adab lebih dahulu daripada ilmu.

Untuk menjelaskan makna tersebut, dikisahkan perjalanan hidup Imam Abu Hanifah Al-Nu’man Rahimahullah, seorang ulama besar yang dikenal luas karena keluasan ilmu, kekuatan hafalan, dan pemikirannya dalam bidang fikih.

Majelisnya dipenuhi para penuntut ilmu dari berbagai daerah. Pendapatnya menjadi rujukan umat dan mazhab yang beliau dirikan terus diikuti hingga sekarang.

>>> AS Gunakan Sistem Madis untuk Rontokkan Drone Lawan Tanpa Rudal Mahal

Kisah Imam Abu Hanifah dan Ibunya

Suatu ketika, ibu Imam Abu Hanifah datang membawa pertanyaan agama. Sang imam menjawabnya dengan penjelasan dan dasar hukum yang ia kuasai. Namun ibunya belum merasa mantap dan meminta jawaban dari Umar ibn Dzar, seorang alim sekaligus penceramah di Kufah.

Meski secara keilmuan Abu Hanifah dikenal lebih unggul dalam bidang fikih, ia tidak membantah permintaan tersebut. Dengan penuh hormat, ia mengantar ibunya menuju majelis Umar ibn Dzar untuk menanyakan persoalan yang dimaksud.