Microsoft memperkenalkan proyek sistem operasi baru bernama Project Solara yang dirancang khusus untuk era kecerdasan buatan (AI).

Platform ini mengutamakan pengoperasian agen AI ketimbang berpusat pada aplikasi konvensional seperti Windows, Android, atau iOS.

>>> Microsoft Luncurkan Chip Kuantum Majorana 2, 1.000 Kali Lebih Andal

Sistem ini diumumkan secara resmi dalam ajang Microsoft Build 2026 yang berlangsung pada 2 hingga 3 Juni di Fort Mason Center, San Francisco, California.

Microsoft menyebut platform chip-to-cloud ini sebagai solusi siap pakai untuk membangun ekosistem perangkat masa depan.

Melalui sistem ini, pengguna tidak perlu lagi membuka aplikasi spesifik seperti WhatsApp atau Google Maps untuk menyelesaikan pekerjaan.

Pengguna cukup berinteraksi dengan agen AI yang secara otomatis akan menampilkan antarmuka yang dibutuhkan sesuai konteks aktivitas.

Transformasi Perangkat Komputasi

Project Solara bertujuan membawa teknologi kecerdasan buatan keluar dari perangkat PC dan smartphone konvensional.

Sistem operasi ini akan ditempatkan pada berbagai gawai khusus yang lebih dekat dengan rutinitas harian manusia.

Corporate Vice President dan Technical Fellow Applied Sciences Group Microsoft, Steven Bathiche, menjelaskan bahwa bentuk perangkat komputasi selalu bertransformasi mengikuti peradaban manusia.

"Ketika memikirkan komputer, biasanya kita membayangkan sesuatu yang sudah familiar, seperti laptop, ponsel, atau mungkin tablet," kata Bathiche.

"Namun komputasi tidak pernah benar-benar berhenti berkembang.

Teknologi ini terus bergerak semakin dekat dengan manusia, semakin dekat dengan pekerjaan, dan semakin dekat dengan momen ketika ia bisa memberikan nilai paling besar," imbuhnya.

Steven Bathiche menilai kehadiran inovasi baru tidak akan langsung melenyapkan perangkat generasi sebelumnya di industri teknologi. "Mainframe tidak hilang ketika PC hadir.