Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini berpotensi memengaruhi harga perangkat pintar di Indonesia.

Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan pasokan komponen memori global yang meningkatkan tekanan biaya produksi.

>>> 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026 dan Pilihan Realme C100 Series

Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, mengonfirmasi bahwa penentuan harga tidak hanya dipengaruhi oleh kurs mata uang. "Prinsipnya, kami akan selalu melihat perkembangan.

Bukan hanya kenaikan mata uang, tetapi situasi industri, termasuk keterbatasan RAM dan memori yang juga meningkatkan harga," kata Andi.

Pihak manajemen Xiaomi belum memberikan jawaban pasti soal lonjakan harga dalam waktu dekat. "Saya tidak menjawab tidak, saya juga tidak menjawab ya.

Tapi memengaruhi? Ya, pasti akan memengaruhi.

Dolar naik, memori masih langka, tentu faktor itu berpengaruh," ujarnya.

>>> 36 Kode Redeem FF Terbaru 3 Juni 2026: Trik Gacha Hemat SG2 Golden dan MP40 Cobra

Xiaomi kini menyiapkan penyesuaian strategi agar produk tetap kompetitif. "Kami akan membawa produk yang lebih relevan ke target audiens.

Value bukan hanya soal harga, tetapi juga manfaat dan fitur yang bisa didapat konsumen," jelas Andi.

Konsumen yang berniat membeli ponsel baru disarankan segera bertransaksi. "Semakin cepat membeli, semakin baik.

Akan ada kemungkinan harga naik lagi.

>>> OnePlus Turbo 6X Pro Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 144Hz dan IP69X di Harga Rp2 Jutaan

Memang tidak dipungkiri akan ada dinamika harga ke depan, tetapi kapan waktunya belum bisa kami pastikan," terang Andi.