Ceritanya berfokus pada perjalanan hidup seseorang dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Sosok asli di balik cerita ini adalah Wella, teman dekat tim produksi.

Wella memiliki sembilan kepribadian berbeda akibat trauma masa kecil. Trauma tersebut bermula dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya saat sekolah.

Acha merasa terinspirasi oleh perjuangan Wella menghadapi kondisi mentalnya. Melalui film ini, ia ingin memberi pemahaman tentang dampak jangka panjang trauma masa lalu.

Adaptasi Karya Ika Natassa dan Fenomena Kesepian

Avarta Media juga mengumumkan proyek adaptasi film dari karya Ika Natassa berjudul "Satine". Film ini mengangkat tema personal tentang dinamika kehidupan urban.

Fokus utama "Satine" adalah fenomena kesepian atau urban loneliness di kota-kota besar. Acha antusias karena ceritanya relevan dengan orang dewasa masa kini.

Ia menjelaskan banyak orang terlihat sukses namun merasa hampa di dalam batin. Perasaan terasing di tengah keramaian ingin divisualisasikan secara jujur agar penonton terhubung.

Acha berharap keterlibatannya langsung dalam proyek ini memberikan perspektif matang bagi industri film Indonesia. Ia ingin penonton yang mengalami perasaan serupa menemukan refleksi diri melalui karya Avarta Media.

Berikut proyek yang sedang dikembangkan Avarta Media:

>>> Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia vs Singapura 2026 Hari Ini

  • 9 Aku, Love Heals: Drama psikologis tentang kisah nyata penderita DID akibat trauma KDRT.
  • Satine: Adaptasi karya Ika Natassa tentang kesepian di perkotaan.
  • Fokus Festival: Karya dirancang memenuhi standar festival film tanpa meninggalkan sisi komersial.
  • Keberlanjutan Investasi: Membangun ekosistem produksi profesional untuk menjaga kepercayaan investor.

Daftar proyek tersebut menunjukkan ambisi Acha memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas narasi perfilman nasional. Fokus pada isu sosial dan kesehatan mental menjadi nilai tambah rumah produksi ini.