Bojan menegaskan tidak ingin putranya mendapat perlakuan istimewa. “Saya tidak ingin siapa pun memandangnya berbeda.

Dia hanyalah salah satu pemain di sana,” lanjut pelatih berusia 55 tahun itu.

Lingkungan sepak bola Kroasia disebut membuat Luka semakin matang. Ia sebelumnya menimba ilmu di Kustosija U-17, NK Ponikve, dan NK Zagreb U-17.

“Jika dia cukup bagus, dia akan berada di tim. Jika dia tidak cukup bagus, maka dia tidak akan berada di tim.

Saya tidak ingin ada yang menekannya atau memberinya hak istimewa karena dia adalah putra saya,” kata Bojan Hodak.

Pengalaman di Timnas U-19 ini menjadi proses pembelajaran berharga bagi Luka. “Dia sedikit terlambat dalam perkembangan dan masih bertubuh kecil.

Dia juga satu tahun lebih muda dari pemain lain di skuad U-19, jadi ini akan menjadi pengalaman yang bagus untuk masa depannya,” pungkasnya.

Persiapan Menuju Kualifikasi Piala Asia U-20

Ajang di Medan ini sekaligus dimanfaatkan sebagai simulasi strategis. Malaysia akan menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Laos pada akhir Agustus mendatang.

Malaysia memiliki rekam jejak cukup konsisten saat berlaga di Indonesia. Mereka pernah menjadi juara pada 2018 dan 2022, serta runner-up sebanyak enam kali.

Pada edisi 2024, Malaysia finis di peringkat keempat setelah kalah adu penalti melawan Australia.

>>> Malaysia U-19 Bantai Singapura 3-0 di Laga Perdana Piala AFF

Ambisi besar kini diusung Adam Hakimi Zaki dan rekan-rekannya. Mereka ingin memperbaiki catatan edisi 2024 yang gagal meraih podium tiga besar.