FIFA resmi memperluas sanksi larangan bertanding Gianluca Prestianni ke level global.

Pemain sayap Benfica berusia 20 tahun itu dipastikan absen pada dua pertandingan awal Piala Dunia 2026 jika masuk skuad Argentina.

>>> Liverpool Tegaskan Tak Akan Lepas Alisson Becker di Bursa Transfer

Keputusan ini diambil setelah FIFA mengabulkan permintaan UEFA untuk memperluas cakupan hukuman. Sanksi yang awalnya hanya berlaku di kompetisi Eropa kini berlaku di seluruh dunia.

Kronologi Insiden

Insiden bermula saat Benfica bertemu Real Madrid di Liga Champions beberapa bulan lalu. Prestianni terlibat konfrontasi dengan Vinicius Junior dan melontarkan bahasa homofobik.

UEFA menjatuhkan hukuman larangan bertanding enam pertandingan. Prestianni mengakui ucapannya, namun membantah tuduhan pelecehan rasial.

Aturan disiplin UEFA sangat ketat terhadap diskriminasi. Jika terbukti rasial, ia bisa dihukum minimal 10 pertandingan.

Rincian Sanksi

  • Total sanksi: 6 pertandingan larangan bertanding.
  • Satu laga telah dijalani secara provisional.
  • Dua laga wajib segera dijalani.
  • Tiga laga ditangguhkan selama dua tahun dengan masa percobaan.
  • Cakupan global: seluruh laga di bawah FIFA, kompetisi domestik, dan kontinental.

FIFA memperluas hukuman untuk menjaga integritas sportivitas global. Hal ini memastikan sanksi dari satu konfederasi tidak bisa dihindari.

>>> Fakta Mengejutkan Argentina Juara Piala Dunia: Ritual Unik Messi Tanpa Teman Sekamar

Dampak bagi Timnas Argentina

Kehilangan Prestianni menjadi tantangan bagi pelatih Lionel Scaloni. Pemain itu baru mencatat satu penampilan internasional saat laga persahabatan melawan Angola pada November 2025.

Jika Scaloni tetap membawanya ke Piala Dunia, Prestianni wajib absen di dua laga pembuka fase grup. Setiap poin di babak penyisihan sangat krusial.

Jika tidak masuk skuad final, sanksi akan dialihkan ke kompetisi antarklub Eropa bersama Benfica. FIFA dan UEFA memastikan tidak ada celah untuk menghindari hukuman.

Aturan Baru FIFA

Insiden ini juga memicu perhatian FIFA terkait tindakan Prestianni menutupi mulut dengan jersey saat berdebat. Tindakan itu diduga untuk menyembunyikan ucapan dari kamera atau pembaca gerak bibir.

FIFA mengonfirmasi regulasi baru yang akan diterapkan di Piala Dunia mendatang. Pemain yang menutupi mulut untuk menyembunyikan ucapan diskriminatif bisa terkena kartu merah langsung.

>>> FIFA Kirim Surat Apresiasi untuk Persib Bandung Usai Juara Liga

Keputusan tegas FIFA menjadi pengingat bagi pemain profesional untuk menjaga etika dan perilaku di lapangan. Integritas olahraga harus dijunjung tinggi, terutama di level tertinggi seperti Piala Dunia.