ByteDance, perusahaan induk TikTok, resmi memasuki industri otomotif. Mereka berkolaborasi dengan Seres Group untuk meluncurkan merek mobil baru pada 2026.

Merek ini akan fokus pada kendaraan listrik yang didukung kecerdasan buatan (AI). Teknologi AI dari platform cloud ByteDance, Volcano Engine, menjadi tulang punggung digital kendaraan.

>>> UNY Buka Suara Soal Dugaan Riset Palsu: Empat Alumni Terlibat

Restrukturisasi dan Pendanaan Besar

Operasional merek baru ini dikelola oleh Saidou Technology, hasil restrukturisasi dari Landian Technology. Perusahaan ini mendapat suntikan modal 6,67 miliar yuan (Rp15 triliun).

Pendanaan melibatkan dana investasi pemerintah Distrik Shapingba, perusahaan afiliasi CATL, dan lembaga keuangan strategis.

Setelah restrukturisasi, Seres Group memegang sekitar 33% saham, sementara mayoritas dipegang investor yang didukung pemerintah daerah.

Produk Perdana: Crossover Listrik dengan Dua Pilihan Penggerak

Produk pertama akan berupa crossover yang menggabungkan desain sedan dan SUV. Tersedia dua pilihan sistem penggerak: BEV (baterai murni) dan EREV (range extender).

>>> Ai Ogura Akui Manuver Salip Marc Marquez Kurang Bersih di MotoGP Italia 2026

Sistem EREV menjadi primadona di China karena menghilangkan kecemasan jarak tempuh. Kendaraan akan dirakit di Phoenix Factory milik Seres yang sedang dimodernisasi.

Kokpit Pintar Berbasis AI

Nilai jual utama adalah kokpit pintar dengan Large Language Model (LLM) dari Volcano Engine. Asisten virtual mampu memahami konteks percakapan secara mendalam, menciptakan interaksi natural.

ByteDance tidak terlibat dalam pengembangan sistem otonom. Mereka fokus pada infrastruktur cloud, pengolahan data, dan komputasi untuk fitur hiburan dan bantuan pengemudi.

Merek ini menyasar konsumen muda yang melek teknologi. Integrasi digital antara smartphone dan kendaraan menjadi prioritas.

>>> Melbourne City Bangga Mathew Baker Dipanggil ke Timnas Indonesia

Jika sesuai rencana, peluncuran 2026 akan menghadirkan "Mobil TikTok" yang futuristik. Persaingan kendaraan listrik pintar global diprediksi semakin ketat.