Tim nasional Jepang kembali memantapkan posisinya sebagai salah satu raksasa sepak bola Asia menjelang Piala Dunia 2026.

Sejak edisi 1998, Samurai Biru selalu lolos ke putaran final, namun ambisi besar masih belum terwujud.

Target utama mereka adalah memecahkan rekor dengan melaju hingga babak perempat final. Sejarah mencatat langkah Jepang sering terhenti di babak 16 besar, sehingga edisi 2026 menjadi momentum penting.

Dominasi Jepang di Babak Kualifikasi

Perjalanan Jepang menuju Amerika Utara, Meksiko, dan Kanada dilalui dengan catatan impresif. Performa tim asuhan Hajime Moriyasu nyaris tanpa celah sepanjang kualifikasi.

Dari 16 pertandingan, Samurai Biru meraih 13 kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Lini serang mereka tajam dengan 54 gol, sementara pertahanan hanya kebobolan tiga kali.

Kematangan Skuad di Bawah Arahan Hajime Moriyasu

Keberhasilan Jepang tidak lepas dari peran pelatih Hajime Moriyasu yang mengambil alih pada 2018. Ia membentuk karakter tim yang disiplin, agresif, dan penuh energi.

Pada Piala Dunia 2022, Jepang mengejutkan dunia dengan mengalahkan Jerman dan Spanyol. Meski kalah adu penalti dari Kroasia di fase gugur, pencapaian itu membuktikan kekuatan mereka.

Memasuki Piala Dunia 2026, Moriyasu diprediksi tetap menggunakan formasi 3-4-2-1. Strategi ini mengedepankan tekanan tinggi dan transisi cepat sebagai senjata utama.

Takefusa Kubo: Mesin Kreativitas Samurai Biru

Takefusa Kubo menjadi pemain yang paling disorot dan diharapkan publik. Gelandang Real Sociedad ini merupakan jantung serangan timnas Jepang.

Kubo memiliki teknik individu luar biasa, visi tajam, dan kemampuan menggiring bola yang merepotkan lawan. Ia bahkan dijuluki "Messi dari Jepang" di tanah kelahirannya.

Sepanjang kualifikasi, Kubo menyumbang empat gol dan delapan assist. Jepang juga diperkuat pemain berpengalaman seperti Wataru Endo, Daichi Kamada, Junya Ito, dan Ayase Ueda.