Kondisi lapangan yang berangin di Istora Senayan juga disinyalir ikut memengaruhi akurasi pukulan, walau fokus bertanding diklaim tidak bermasalah.

>>> PBVSI Terapkan Aturan Salary Cap Demi Pemerataan Proliga 2027

"Sebenarnya tidak ada masalah fokus, cuma kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Terus harusnya bola nggak boleh mati, tapi kami mati.

Mungkin lapangan juga cukup berangin," ujar Daniel Marthin.

Ajang Polytron Indonesia Open 2026 ini menjadi turnamen ketiga bagi Leo/Daniel sejak dipasangkan kembali setelah Daniel pulih dari cedera lutut kiri yang didapatnya pada Piala Sudirman 2025.

Akibat cedera yang berujung operasi, Daniel sempat menepi dari sirkuit badminton internasional selama satu tahun penuh.

Sebelumnya, mereka sukses menyabet gelar juara di Thailand Open 2026 namun kemudian langsung kandas di babak pertama Malaysia Masters 2026.

"Dalam dua pertandingan terakhir ini memang hasilnya kurang bagus.

Namun, secara permainan, kami juga sudah mencoba untuk tidak terlalu jauh hasilnya di Malaysia kemarin, kami juga bisa melawan," ujar Leo.

Gelar juara yang diraih secara instan di Thailand sempat membuat ekspektasi publik melonjak tinggi terhadap performa duet ini setelah masa inkubasi pascacidera.

"Satu yang harus digarisbawahi karena waktu awal dipasangkan lagi kami langsung juara ya, ekspektasi orang pasti tinggi.

Jadi sebenarnya waktu hasilnya di Thailand itu juara, kami berdua tidak menyangka, karena kondisi juga baru habis cedera.

Buat saya sendiri sih bonus," jelas Leo.

>>> Georgia Jamu Rumania dalam Laga Persahabatan di Tbilisi

Setelah tersingkir dari turnamen ini, Leo/Daniel dijadwalkan kembali menjalani program latihan intensif guna mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan Australia Open dan Macau Open.