Menghadapi hewan yang menunjukkan perilaku agresif sering kali menjadi momen menegangkan. Situasi ini bisa melibatkan hewan peliharaan yang stres, hewan liar terpojok, atau induk hewan yang melindungi anaknya.

Jika tidak ditangani dengan benar, agresivitas tersebut berisiko menyebabkan gigitan atau cakaran serius. Hal ini membahayakan keselamatan manusia dan meningkatkan stres pada hewan.

>>> BlackAuto Battle 2026 Resmi Dimulai, Kelas Baru Paling Diburu Kontestan

Banyak orang secara refleks melakukan tindakan salah, seperti mendekat cepat atau mengusir hewan secara kasar. Padahal, gerakan terburu-buru justru memicu serangan balasan.

Memahami bahasa tubuh hewan dan merespons dengan kepala dingin sangat penting untuk keselamatan bersama. Praktisi kesehatan hewan menyarankan pendekatan yang mengutamakan keamanan dan meminimalkan kecemasan hewan.

Menjaga jarak, menghindari gerakan provokatif, serta menggunakan alat bantu atau bantuan profesional adalah langkah preventif yang dianjurkan.

Masyarakat perlu dibekali pengetahuan yang tepat untuk menghadapi hewan galak dengan risiko minimal.

Berikut adalah lima cara menghadapi hewan agresif yang disampaikan oleh drh. Winda Hermin Ayulian secara eksklusif kepada Liputan6.

com.

1. Hindari Mendekat atau Memegang Hewan Secara Mendadak

Aturan paling mendasar saat bertemu hewan galak adalah tidak langsung mendekatinya tanpa memahami kondisinya. Kesalahan umum adalah menganggap hewan hanya perlu ditenangkan melalui sentuhan fisik.

Bagi hewan yang merasa tidak aman, kehadiran manusia yang muncul mendadak dianggap sebagai ancaman. Hal ini memicu insting pertahanan diri yang berujung pada serangan.

Jangan pernah melakukan pendekatan tiba-tiba tanpa observasi awal. Hindari langsung memegang tubuh hewan jika tidak mengetahui latar belakang kondisinya.

Berikan ruang gerak yang cukup agar hewan tidak merasa terpojok. Sentuhan fisik tidak selalu dianggap sebagai kasih sayang oleh hewan yang stres.