Turnamen DreamLeague Season 29 hampir melengkapi seluruh peserta.

Setelah tim papan atas lolos melalui peringkat ESL Pro Tour, tim lain berjuang lewat kualifikasi regional yang ketat.

>>> Bacakan Pledoi, Nadiem Akui Bukan Pemimpin Sempurna di Depan Publik

REKONIX Kejutkan Asia Tenggara

REKONIX berhasil melaju ke babak utama setelah melalui drama di kualifikasi Asia Tenggara. Tim ini sempat terlempar ke lower bracket akibat kalah 0-2 dari Team Nemesis.

Namun, REKONIX bangkit dengan permainan agresif dan konsisten. Mereka membalas dendam kepada Team Nemesis di momen krusial, lalu menaklukkan Ivory di grand final.

Pencapaian ini diraih di tengah masa transisi setelah berpisah dengan pelatih Gregorius "Sundabule" Prasetyo. REKONIX membuktikan potensi besar untuk bersaing di panggung dunia.

Vici Gaming Dominasi China

Vici Gaming menunjukkan dominasi mutlak di kualifikasi China. Tim yang dipimpin Zhang "y`" Yiping ini menyapu bersih kemenangan tanpa kekalahan dalam satu seri pun.

Absennya Xtreme Gaming memberi keuntungan bagi Vici Gaming. Mereka bahkan mendapat kemenangan default di hari pertama sebelum melumat semua lawan.

Keberhasilan ini menjadi pembuktian penting setelah hasil mengecewakan di beberapa kualifikasi sebelumnya.

Persaingan Sengit di Eropa Barat

Eropa Barat menjadi wilayah paling kompetitif dengan tiga tim lolos dari kualifikasi: Natus Vincere, Virtus. pro, dan Team Liquid.

Natus Vincere tampil solid meski kehilangan kapten Baqyt "zayac" Emiljanov. Tamir "daze" Tokpanov sebagai pengganti mampu menjaga stabilitas tim.

>>> Neraca Dagang RI Surplus 72 Bulan Beruntun per April 2026

Team Liquid harus berjuang dari lower bracket tanpa Samuel "Boxi" Svahn. Marcel "Ekki" Hołowienko menjadi stand-in, sementara Michael "miCKe" Vu tampil gemilang, termasuk saat comeback melawan MOUZ.