Seorang anak kecil terjatuh ke dalam parit pembatas kandang gajah di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, pada Selasa (26/5/2026).

Insiden ini terjadi akibat kelalaian pengawasan orang tua.

>>> 11 Aturan Baru Piala Dunia 2026: Format 48 Tim hingga Regulasi Kiper Terbaru

Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir yang kemudian beredar luas di media sosial. Keluarga korban segera menyadari situasi ketika sang anak berada di dalam parit dalam kondisi panik.

Beberapa pengunjung lain mencoba memanjat pagar untuk membantu, namun akhirnya korban berhasil dievakuasi oleh ayahnya sendiri. Saksi mata bernama Nilta mengonfirmasi bahwa proses penyelamatan berlangsung cepat.

"Kondisi anaknya tidak apa-apa, yang menolong itu bapaknya sendiri. Kejadiannya tidak lama, karena begitu terperosok langsung ketahuan dan langsung berusaha diangkat ke atas," ujar Nilta.

Pihak manajemen TMR baru mengetahui peristiwa ini setelah video tersebut viral. Humas TMR, Wahyudi Bambang, menjelaskan bahwa petugas lapangan tidak memberikan laporan resmi saat insiden terjadi.

>>> Resmi, Vidio Siarkan Eksklusif Laga Timnas Indonesia Sepanjang Juni 2026

Evaluasi rekaman video menunjukkan adanya pelanggaran regulasi keselamatan oleh pengunjung. "Berdasarkan bukti visual, terlihat jelas bahwa pengunjung telah melanggar regulasi dengan melewati batas pagar pengaman," kata Bambang.

Manajemen TMR juga menyayangkan sikap perekam video yang lebih fokus pada dokumentasi daripada menunjukkan kepanikan.

"Terdapat indikasi bahwa satwa maupun situasi tersebut dijadikan bahan candaan atau konten oleh pengunjung," ujar Bambang.

Bambang menyatakan faktor utama insiden adalah longgarnya pengawasan orang tua, meskipun pihak pengelola telah menyediakan pagar kokoh dan papan imbauan keselamatan.

>>> 30 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Dunia 2026, Roma Juara

Otoritas TMR berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memperketat pengawasan petugas di lapangan.