Yamaha tengah menghadapi masa sulit dengan motor YZR-M1 bermesin V4 yang masih belum kompetitif. Dua pembalapnya menunjukkan reaksi berbeda.

Jack Miller, pembalap Pramac asal Australia, menegaskan komitmennya untuk terus membantu proyek V4 hingga akhir musim. Ia mengakui motor masih memiliki banyak kekurangan.

>>> Senne Lammens Raih Penghargaan Transfer Terbaik Liga Inggris

"Setiap area butuh perbaikan.

Jika motor ini melakukan satu hal dengan baik, mereka gagal di aspek lain," ujar Miller kepada Speedweek usai tes MotoGP Jerez.

Meski frustrasi, Miller menolak menyerah. Ia sadar motor ini baru dikembangkan sekitar enam hingga delapan bulan.

"Frustrasi? Tentu saja.

Anda bekerja keras sepanjang pekan dan pramusim, tapi hasilnya belum terlihat. Namun, apa yang bisa dilakukan?

Pulang ke rumah? Itu bukan pilihan bagi saya," kata Miller.

>>> Bruno Fernandes Targetkan Juara Liga Champions Bersama Manchester United

"Kami akan terus bekerja keras. Jika Anda terus berusaha, segalanya akan berbalik.

Saya tipe orang yang akan berusaha memeras darah dari batu sekalipun," tambahnya.

Sebaliknya, Fabio Quartararo justru menunjukkan tanda-tanda kelelahan mental. Juara dunia MotoGP 2021 itu mulai terbiasa dengan posisi papan bawah.

"Ini kenyataannya. Kami mulai terbiasa dengan hal ini.

Setiap kali tiba di sirkuit, Anda tidak lagi memiliki ekspektasi; Anda bahkan tidak ingin memberikan segalanya," ujar Quartararo kepada Motorpasion Moto usai MotoGP Spanyol.

Sikap skeptis Quartararo diduga karena ia santer dikabarkan akan hengkang ke Honda pada akhir musim. Ia kerap mengkritik performa motor M1.

>>> Liverpool Bidik Andoni Iraola sebagai Pengganti Arne Slot

Situasi semakin buruk pada MotoGP 2026, di mana Quartararo bahkan kesulitan bersaing di posisi 10 besar.