Para pengguna pertama mobil listrik harus berhadapan dengan jaringan stasiun pengisian yang minim dan jenis soket konektor yang belum seragam.

Untuk mengatasi masalah infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum bersinergi dengan Badan Usaha Jalan Tol menyediakan 189 titik SPKLU di rest area jalan tol guna mendukung mudik Lebaran 2026.

"Teman-teman yang sudah menggunakan EV sejak 2021 tentu merasakan bagaimana sulitnya mencari SPKLU saat itu. Sebagian besar pengisian daya hanya bisa dilakukan di rumah," ujarnya.

>>> Honda Bantah Buka Pemesanan Resmi Mobil Listrik Super One

"Bahkan pada masa awal, pengguna Tesla misalnya, banyak yang hanya bisa mengisi daya di rumah karena jenis konektornya berbeda," kata Rofiqi.

PHEV sebagai Jembatan Transisi

Melihat kondisi transisi tersebut, varian plug-in hybrid dipandang sebagai solusi sementara sebelum masyarakat terbiasa dengan metode pengisian daya mandiri.

"Karena itu, PHEV menjadi semacam jembatan sebelum masyarakat terbiasa melakukan pengisian daya di rumah maupun di perjalanan tanpa harus bergantung pada pengisian bensin," ujar Rofiqi.

Beberapa tipe PHEV yang diuji bahkan terbukti mampu menempuh rute jarak jauh dengan efisiensi bahan bakar minyak yang sangat tinggi.

"Kalau kita lihat dari berbagai pengujian yang dilakukan, bahkan ada kendaraan yang bisa menempuh perjalanan Jakarta-Bali tanpa mengisi bensin maupun melakukan pengisian daya," kata Rofiqi.

Masa Depan BEV

Walakin, Periklindo tetap memposisikan kendaraan listrik murni sebagai orientasi utama masa depan industri otomotif di Indonesia.

Proses transformasi total menuju BEV memerlukan waktu karena faktor geografis Indonesia yang luas dan beragam.

"Ini menunjukkan bahwa pada akhirnya tujuannya sama, yaitu membangun persepsi bahwa kendaraan elektrifikasi itu mudah digunakan dan praktis," ujarnya.

"Namun, kita juga harus melihat kondisi Indonesia. Secara geografis, Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua memiliki karakteristik yang berbeda-beda," kata Rofiqi.

Pemerataan fasilitas pengisian daya di seluruh wilayah menjadi tantangan besar yang harus dituntaskan demi mempercepat adopsi kendaraan listrik.

"Setidaknya, kendaraan ini sudah lebih ramah lingkungan dan mampu menempuh jarak yang lebih jauh tanpa harus terlalu sering mengisi bahan bakar," ujarnya.

>>> Minat Beralih ke Mobil Listrik Menguat Akibat Biaya BBM Naik

"Meski demikian, seiring waktu kondisi ini juga akan berubah mengikuti perkembangan infrastruktur dan teknologi (mobil listrik)," kata Rofiqi.