Keberhasilan mereka meraih gelar juara dunia di IESF WEC 2025 semakin mempertegas posisi Indonesia.

Selain prestasi di level tim nasional, banyak atlet perempuan Indonesia yang kini dilirik oleh organisasi esports papan atas global.

Kualitas individu mereka diakui melalui kontrak profesional dengan nilai yang sangat kompetitif.

Odella "Enerii" Abraham merupakan salah satu contoh nyata atlet perempuan Indonesia yang sukses menembus pasar internasional.

Saat ini, ia menjadi bagian penting dari Falcons Vega, tim Valorant asal Arab Saudi.

Dalam dua tahun terakhir, peran Enerii telah membantu Falcons Vega menjadi tim yang sangat diperhitungkan di kancah global.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa bakat lokal mampu bersinar di organisasi luar negeri yang prestisius.

Peran Strategis Perempuan di Balik Layar Esports

Manajer Tim Nasional Esports Indonesia, Glorya Famiela Ralahallo, menyatakan bahwa ekosistem ini memberikan kesempatan setara.

Menurutnya, siapapun yang memiliki dedikasi dan siap bekerja keras memiliki peluang yang sama untuk sukses.

Glorya juga menekankan bahwa Hari Kartini merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat posisi perempuan.

Ia menilai perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam membawa esports Indonesia semakin mendunia di masa depan.

Meskipun industri ini bergerak sangat dinamis, PB ESI tidak menutup mata bahwa tantangan bagi perempuan masih ada.

>>> Cara Aktifkan DANA Cicil Terbaru 2026: Syarat Mudah, Pinjaman Cepat Cair Resmi

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkah federasi untuk terus membuka akses seluas-luasnya bagi semua pihak.

Fokus utama PB ESI saat ini adalah menjaring bibit-bibit muda potensial untuk diberikan pembinaan yang berkelanjutan.

Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang sehat dengan standar profesionalisme yang tinggi bagi seluruh atlet.