Negara seperti Prancis, Italia, Belanda, Spanyol, dan Lithuania mengusulkan alat pertahanan perdagangan baru. Alat ini dirancang melindungi sektor strategis Eropa dari praktik perdagangan tidak adil.

Ketegangan Sektor Otomotif dan Produk Susu

Uni Eropa memutuskan menerapkan bea masuk tinggi pada kendaraan listrik asal China. Brussels merilis rancangan keputusan dengan tarif sekitar 36,3 persen untuk mobil listrik impor dari China.

Langkah ini merupakan revisi dari rencana awal 37,6 persen, namun tetap ditolak keras China. Beijing menganggap kebijakan ini sebagai proteksionisme yang menghambat transisi energi hijau.

Sebagai balasan, China meluncurkan penyelidikan antisubsidi terhadap produk susu impor dari Uni Eropa. Penyelidikan menyasar komoditas seperti keju, susu, dan krim.

>>> Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Cek Rincian Harga Terbaru Per Gram 2026

Kementerian Perdagangan China bertindak setelah menerima aduan dari asosiasi industri susu domestik. Mereka menduga adanya subsidi besar-besaran dari pemerintah Eropa.

Negara Uni Eropa yang menjadi fokus penyelidikan meliputi Austria, Belgia, Kroasia, Republik Ceko, Finlandia, Italia, Rumania, dan Irlandia.

Irlandia tercatat sebagai eksportir produk susu terbesar ke China dengan nilai penjualan USD 461 juta pada tahun lalu.

Dampak Ekonomi yang Saling Terikat

Uni Eropa merupakan pemasok produk susu terbesar kedua bagi China setelah Selandia Baru. Pada 2023, 36 persen total nilai impor susu China berasal dari Uni Eropa.

Nilai ekspor susu Eropa turun dari 2 miliar euro pada 2022 menjadi 1,7 miliar euro pada 2023.

Angka ini tetap signifikan bagi neraca perdagangan Eropa.

China juga telah membidik sektor daging babi dari Eropa melalui penyelidikan antidumping. Tindakan ini memberi tekanan bagi negara produsen seperti Spanyol, Belanda, dan Denmark.

Nilai ekspor teknologi hijau China ke Eropa masih jauh lebih besar dibanding ekspor pangan Eropa ke China. Hal ini menunjukkan kompleksitas ketergantungan ekonomi yang sedang diurai.

Masa Depan Hubungan Dagang

Analis senior Economist Intelligence Unit, Chim Lee, menilai tekanan ekonomi domestik akan membuat China lebih berhati-hati dalam langkah konfrontatif.

Ekspor tetap menjadi mesin utama ekonomi China.

Pertemuan Komisi Eropa pada akhir Mei menjadi landasan untuk agenda internasional berikutnya.

>>> BI Rate Naik, MSIG Indonesia Atur Portofolio: SBN dan Deposito Jadi Pilihan Aman 2026

Pembahasan mengenai China akan menjadi topik utama dalam KTT G7 di Prancis dan pertemuan Dewan Eropa pada Juni mendatang.