Apa pun hasilnya, saya siap menerimanya," imbuh rider berusia 33 tahun itu.

>>> Pedro Acosta Petik Pelajaran Berharga Usai Duel Sengit Lawan Marc Marquez

Pada balapan utama, Marquez finis dengan selisih waktu 10,7 detik di belakang pemenang Marco Bezzecchi.

Ia juga terpaut lima detik dari rekan setimnya di Ducati, Francesco Bagnaia, yang finis ketiga.

Kendati selisih waktunya cukup besar dari para pembalap di depan, Marquez sadar proses mengembalikan performa terbaik tidak instan.

"Saya memberi nilai sepuluh untuk akhir pekan ini," ujarnya.

"Tentu saya tidak suka finis sejauh itu dari pemenang. Namun, mustahil memenangi balapan jika Anda bahkan belum bisa naik podium."

"Saya masih merasa jauh dari level yang saya inginkan. Kami harus melihat apakah saya bisa kembali mencapai level tersebut.

Jika saya masih berada di sini, itu karena saya ingin terus memperpanjang karier saya di kejuaraan ini," lanjutnya.

Awal bulan ini, Marquez menjalani dua kali operasi setelah kecelakaan pada sprint race MotoGP Prancis di Le Mans.

Operasi pertama untuk menangani cedera patah jari kaki.

Sementara itu, prosedur medis kedua berkaitan dengan sekrup di area bahunya yang sesekali menyentuh saraf.

Meski dinyatakan fit untuk balapan di Mugello, ia mengakui kekuatan fisiknya belum kembali seratus persen.

"Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengevaluasi bagaimana respons bahu saya," kata Marquez.

>>> Veda Ega Pratama Finis Kedelapan di Moto3 Italia 2026

"Hari ini saya merasakan iritasi yang lebih besar dari biasanya pada kapsul bahu, dan itu normal. Tujuan operasi yang saya jalani adalah memperbaiki kondisi saraf tersebut," pungkasnya.