Transformasi Bisnis dan Inovasi Blind Box

Demi menjaga keuntungan, Wang merampingkan varian produk dan fokus pada kategori mainan paling diminati. Langkah besar lainnya adalah memperkenalkan konsep "blind box" ke pasar China.

>>> Daftar Harga HP Terbaru 2026: 5 Rekomendasi Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan

Konsep ini memberikan elemen kejutan karena pembeli tidak mengetahui karakter di dalam kemasan hingga membukanya. Model penjualan ini mirip dengan gashapon atau gacha di Jepang.

Inovasi tersebut diterima pasar dan membuat penjualan Pop Mart meroket. Wang juga menjalin kolaborasi dengan seniman desain untuk menciptakan patung dan boneka eksklusif.

Salah satu pencapaian terbesarnya adalah menggandeng Kenny Wong, seniman Hong Kong pencipta karakter Molly. Molly menjadi ikonik di kalangan kolektor.

Dampak kolaborasi strategis terhadap pertumbuhan Pop Mart: pada 2017 pendapatan mencapai 22 juta dolar AS, melesat menjadi 73 juta dolar AS pada 2018.

Meskipun pandemi COVID-19 pada 2020, pendapatan tetap fantastis sebesar 256,8 juta dolar AS.

Pertumbuhan eksponensial ini memperkuat posisi Pop Mart sebagai pemimpin pasar. Wang juga mengamankan lisensi dari Walt Disney dan Universal Studios.

Menjadi Konglomerat Muda di China

Keberhasilan Pop Mart dan viralnya Labubu membawa Wang Ning ke jajaran miliarder dunia. Di usia 37 tahun, ia membuktikan industri mainan memiliki potensi ekonomi besar.

Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires per 25 November 2024, kekayaan Wang tercatat 7,4 miliar dolar AS.

Angka ini menempatkannya sebagai orang terkaya ke-36 di China dan ke-397 di dunia.

>>> Viral: Aksi Pria Coba Belah Laut ala Nabi Musa Berakhir Kacau

Kini, Pop Mart terus berekspansi ke pasar internasional. Dengan strategi pemasaran kuat, Labubu diprediksi akan terus menjadi fenomena.