Danantara Indonesia tengah mempersiapkan sistem teknologi informasi terbaru untuk mendukung operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan sumber daya alam nasional yang lebih modern dan transparan.

>>> Tren Dedolarisasi 2026: Investor Super Kaya Tarik Dana Besar dari AS

Infrastruktur Digital untuk Pengelolaan SDA

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa infrastruktur digital ini dirancang untuk menangani aktivitas perusahaan dan pengelolaan dana.

Sistem ini menjadi fondasi penting bagi kesiapan perusahaan dalam menjalankan mandat negara.

Dony, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN), menekankan bahwa teknologi tersebut akan memperkuat mekanisme pengawasan.

Selain itu, sistem ini memastikan tata kelola perusahaan yang lebih transparan dan akuntabel.

Fokus utama pengembangan operasional Danantara Indonesia meliputi pembangunan infrastruktur sistem teknologi informasi yang terintegrasi, penyiapan struktur organisasi, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan mekanisme pengawasan publik, dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat.

Informasi ini disampaikan Dony dalam konferensi pers pada Minggu, 31 Mei 2026. Tim internal saat ini bekerja keras membangun sistem yang mumpuni secara teknis.

Komitmen Transparansi bagi Masyarakat

Dony menyadari bahwa pembentukan DSI membawa tanggung jawab besar bagi masa depan ekonomi bangsa. Ia menjanjikan seluruh proses bisnis akan dijalankan dengan prinsip keterbukaan informasi.

Pihak Danantara berkomitmen membuka ruang bagi masyarakat untuk memantau setiap kebijakan yang diambil.

"Kami akan berupaya sebaik mungkin dan dapat diawasi oleh masyarakat Indonesia dalam implementasi program ini," ujar Dony.

Harapannya, amanah yang dititipkan rakyat dalam mengelola kekayaan alam dapat memberikan manfaat ekonomi nyata. Dengan sistem transparan, potensi penyalahgunaan wewenang dapat diminimalisir sejak dini.