Penemuan ini dianggap sangat krusial karena Desa Nepen memang seringkali menjadi lokasi penemuan artefak bersejarah.

Sebelumnya, di wilayah yang sama juga pernah ditemukan batu bata kuno dan struktur yang diduga bagian dari sebuah candi.

Para arkeolog meyakini bahwa masih ada situs arkeologi yang lebih besar yang hingga kini belum sepenuhnya tergali.

Langkah-langkah yang akan diambil oleh pihak berwenang terkait temuan ini:

  • Melakukan kajian teknis melalui Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah Jawa Tengah.
  • Melakukan identifikasi mendalam untuk memastikan usia dan fungsi asli benda tersebut.
  • Menentukan keterkaitan stupa dengan potensi situs candi besar di sekitarnya.
  • Menetapkan status kawasan sebagai cagar budaya jika terbukti memiliki nilai sejarah tinggi.

Rangkaian prosedur ini sangat penting untuk menjaga integritas sejarah dan melindungi benda tersebut dari kerusakan. Kerja sama antara warga dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan upaya penyelamatan ini.

Harapan Pelestarian dan Potensi Wisata

Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai pusat peradaban Hindu-Buddha dengan peninggalan ikonik seperti Candi Borobudur dan Candi Sewu.

Penemuan baru di Boyolali ini diharapkan mampu melengkapi peta sejarah perkembangan Buddha di pedalaman Jawa.

Masyarakat setempat berharap agar penelitian arkeologi dapat segera dituntaskan agar benda purbakala tersebut tidak rusak oleh aktivitas pembangunan.

>>> 7 Ide Budidaya Jangkrik Rumahan Modal Kecil, Cuan Besar dan Tanpa Ribet 2026

Selain aspek pelestarian, temuan ini juga diproyeksikan dapat membuka peluang wisata edukasi dan sejarah bagi Desa Nepen.