Kenapa Selebriti Korea Minta Maaf karena Pakai Warna Merah Saat Musim Pemilu
Rapper Lee Young-ji baru-baru ini menjadi sorotan setelah mengunggah foto dengan rambut merah. Ia pun menyampaikan permintaan maaf publik pada Minggu (2/6) karena dianggap memberikan sinyal politik.
Kontroversi ini terjadi menjelang pemilihan kepala daerah di Korea Selatan pada 3 Juni. Warna merah di Korea kerap dikaitkan dengan Partai Kekuatan Rakyat yang konservatif.
>>> Dua Lipa Resmi Menikahi Callum Turner di London
Lee mengunggah foto rambut barunya yang dicat merah, pakaian merah, dan menggunakan lagu "REDRED" milik CORTIS sebagai latar.
Netizen menafsirkan unggahan itu sebagai dukungan politik.
Sehari kemudian, Lee mengembalikan warna rambutnya menjadi hitam dan meminta maaf. "Saya sadar ini adalah periode penting, tetapi keinginan untuk berkomunikasi dengan penggemar lebih utama," ujarnya.
Ia menambahkan, "Saya tidak akan bersembunyi di balik alasan ketidaktahuan. Saya akan merenung, belajar, dan lebih berhati-hati.
Saya minta maaf atas tindakan ceroboh saya."
Bukan Kasus Pertama
Insiden serupa pernah menimpa member aespa, Karina, pada Mei tahun lalu. Ia mengunggah foto dengan emoji mawar merah dan atasan merah bertuliskan angka "2".
>>> Fans BTS di Taiwan Berdoa ke Dewa Cinta demi Tiket Konser
Beberapa netizen menduga itu merujuk pada kandidat dan partai tertentu. Karina kemudian membantah melalui platform komunikasi penggemar.
"Saya sama sekali tidak bermaksud seperti itu," katanya.
Ia juga berjanji akan lebih berhati-hati ke depannya. Pembawa acara televisi Hong Jin-kyung juga pernah dikritik karena pakaian merah dan kemudian memberikan penjelasan.
Kontroversi berulang ini membelah opini publik. Sebagian berpendapat selebriti dengan pengaruh besar harus lebih berhati-hati di masa sensitif politik.
Namun, yang lain menilai reaksi berlebihan. Mereka berargumen bahwa pilihan mode sehari-hari dan unggahan media sosial semakin sering ditafsirkan secara politis.
>>> Seventeen Peringkat 7 di Billboard Midyear Top Tours Chart
Kritik terhadap tren ini mengatakan tidak masuk akal untuk mengasumsikan afiliasi politik hanya berdasarkan warna, tanpa adanya dukungan eksplisit terhadap kandidat atau partai.
Update Terbaru
Warga Rembang Digegerkan Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Sumber
Selasa / 02-06-2026, 03:40 WIB
Rute Kereta Api Terpanjang di Dunia 2026: 18.600 Km Lintasi 13 Negara
Selasa / 02-06-2026, 03:40 WIB
Gol Berkelas Arkhan Kaka Bawa Timnas Indonesia Unggul 1-0 Atas Myanmar
Selasa / 02-06-2026, 03:37 WIB
Daftar Pemain dengan Caps Terbanyak di Piala Dunia, Messi Cetak Rekor Terbaru 2026
Selasa / 02-06-2026, 03:37 WIB
Ousmane Dembele Targetkan Three-peat PSG di Liga Champions 2026
Selasa / 02-06-2026, 03:36 WIB
Studi Ungkap Peran Besar Perempuan Gen Z dalam Lonjakan Popularitas F1
Selasa / 02-06-2026, 03:36 WIB
Sumardji Ungkap Kondisi Mees Hilgers: Cedera ACL, Antusias Pulih demi Timnas
Selasa / 02-06-2026, 03:36 WIB
4 iPhone Harga Rp3 Juta yang Masih Layak Pakai di 2026, Banyak Dicari!
Selasa / 02-06-2026, 03:36 WIB
Linus Torvalds Kewalahan dengan Laporan Bug Berbasis AI
Selasa / 02-06-2026, 03:36 WIB
Daftar Bansos Mei 2026: Rincian PKH, BPNT, PIP, dan KIS yang Resmi Cair
Selasa / 02-06-2026, 03:36 WIB
Cara Nabung Kurban Aman Tanpa Ribet, Manfaatkan Asuransi Syariah
Selasa / 02-06-2026, 03:36 WIB
Profil Risiko Terjaga, OJK Pastikan Industri Perbankan 2026 Tetap Aman dan Tangguh
Selasa / 02-06-2026, 03:35 WIB
10 Unitlink Saham Dolar AS dengan Return Tertinggi per April 2026
Selasa / 02-06-2026, 03:35 WIB
Kurs Pajak Terbaru: Rupiah Melemah Lawan Mayoritas Mata Wang Dunia
Selasa / 02-06-2026, 03:35 WIB






