CEO Crunchyroll Rahul Purini angkat bicara mengenai sikap perusahaan terhadap kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif.

Ia menegaskan bahwa keputusan penggunaan teknologi sepenuhnya ada di tangan kreator, namun Crunchyroll sendiri tidak akan menggunakan AI untuk subtitling maupun dubbing.

>>> BAKI-DOU Part 2 Tayang 18 Juni di Netflix, Visual Utama Dirilis

Dalam wawancara dengan Radio Times, Purini menyatakan bahwa perusahaan sangat jelas dalam menentukan batasan penggunaan AI. "Kami selalu mengatakan bahwa keaslian kreator sangat penting bagi kami.

Kami ingin memastikan kreator dapat menceritakan kisah mereka dengan cara yang mereka inginkan, menggunakan teknologi apa pun yang mereka pilih, tetapi itu adalah niat kreator," ujarnya.

Purini menambahkan, "Mereka yang bercerita, dan kami ingin setia pada cara bercerita mereka. Itulah mengapa kami tidak menggunakan AI dalam proses kreatif kami, baik itu subtitling maupun dubbing."

Seperti yang pernah ia sampaikan sebelumnya, AI tetap dieksplorasi untuk rekomendasi dan personalisasi konten.

Sikap Crunchyroll yang Semakin Jelas

Pernyataan ini menjadi penegasan paling jelas dari Crunchyroll terkait penggunaan AI.

Sebelumnya, pada tahun 2025, Purini mengatakan kepada Forbes bahwa perusahaan belum mempertimbangkan AI dalam proses kreatif, termasuk untuk pengisi suara, namun tidak menjawab apakah itu mencakup subtitling.

Pada tahun 2024, ia justru menyebut Crunchyroll sedang menjajaki AI untuk subtitling, sementara untuk dubbing "belum terlalu banyak".

>>> Cerridwen Perkenalkan Diri di Preview Episode 8 Wistoria: Wand and Sword Season 2

Dalam wawancara dengan The Verge pada 2024, Purini mengungkapkan bahwa AI tengah diuji untuk subtitling dan closed captioning guna mempercepat proses penerjemahan agar peluncuran lebih dekat dengan rilis Jepang.