Pada 8 Juni 2026, Apple akan mengungkap wajah baru Siri dalam acara tahunan WWDC (Worldwide Developers Conference).

Namun, di balik janji "privasi pertama", terungkap fakta mengejutkan: Siri versi terbaru tidak sepenuhnya dibangun oleh Apple sendiri.

>>> Review Asus Zenbook S14 (UX5406AA): Premium, Tipis, dan Baterai Awet

Menurut laporan eksklusif dari The Information, arsitektur teknis pembaruan Siri terbesar dalam satu dekade ini mengandalkan tiga pilar eksternal: model AI Google Gemini, infrastruktur Google Cloud, dan teknologi Confidential Computing dari Nvidia.

Arsitektur Hybrid: On-Device dan Cloud

Apple tidak menempatkan model Gemini berukuran triliunan parameter langsung di iPhone. Sebagai gantinya, perusahaan menggunakan teknik distilasi model.

Google menyediakan output dari model Gemini penuh sebagai "guru". Apple melatih model AI-nya yang jauh lebih kecil agar meniru pola penalaran dan respons Gemini.

Model hasil distilasi ini diinstal langsung di perangkat iPhone, iPad, dan Mac untuk menangani permintaan dasar seperti mengatur timer, mengedit teks, dan menjawab pertanyaan umum.

Keuntungan utamanya: tidak perlu koneksi internet dan data pengguna tetap di perangkat.

Namun, ketika pertanyaan terlalu kompleks, permintaan tersebut dirutekan ke cloud.

Mengapa Apple Memilih Google Cloud?

Apple memiliki infrastruktur Private Cloud Compute (PCC) yang berjalan di chip M-series di pusat datanya sendiri.

Tapi menurut Ars Technica, PCC kesulitan menjalankan bahkan versi distilasi Gemini secara efisien pada skala besar.

Inferensi AI generasi terbaru membutuhkan GPU kelas data center dalam jumlah besar, sesuatu yang Apple belum miliki dalam kapasitas memadai.

Google Cloud memiliki klaster GPU Nvidia A100/H100 yang sangat besar dan dioptimalkan untuk beban kerja AI.